Apa Yang Dimaksud Dengan Interupsi

Pengertian Interupsi

apa yang dimaksud dengan interupsi

Interupsi adalah penghentian sementara dari suatu proses atau aktivitas yang sedang berlangsung karena adanya peristiwa atau kejadian yang tidak terduga atau tidak direncanakan. Interupsi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mengalami berbagai situasi yang dapat menyebabkan interupsi, seperti:

  • Mendapat telepon saat sedang bekerja.
  • Anak menangis saat orang tua sedang memasak.
  • Mati lampu saat sedang mengerjakan tugas penting.

Jenis-jenis Interupsi

Interupsi adalah mekanisme yang memungkinkan perangkat keras atau perangkat lunak untuk menghentikan prosesor saat ini dan meminta perhatiannya. Jenis-jenis interupsi yang umum meliputi:

Interupsi Perangkat Keras

Interupsi perangkat keras dipicu oleh perangkat eksternal, seperti keyboard, mouse, atau kartu jaringan. Saat perangkat ini membutuhkan perhatian, mereka mengirim sinyal ke prosesor, yang menghentikan proses saat ini dan beralih untuk menangani interupsi.

Interupsi Perangkat Lunak

Interupsi perangkat lunak dipicu oleh program yang sedang berjalan. Ini terjadi ketika program mendeteksi kesalahan atau perlu melakukan tugas khusus, seperti mengalokasikan memori atau membuka file. Saat interupsi perangkat lunak terjadi, prosesor akan menghentikan proses saat ini dan beralih untuk menangani interupsi.

Mekanisme Interupsi

Interupsi adalah mekanisme yang memungkinkan perangkat keras atau perangkat lunak menginterupsi prosesor untuk mendapatkan perhatiannya.

Ketika terjadi interupsi, prosesor akan menghentikan eksekusi instruksi saat ini dan melompat ke alamat memori yang ditentukan dalam tabel vektor interupsi.

Peran Register Program Counter dan Stack

Register program counter (PC) menyimpan alamat instruksi yang akan dieksekusi berikutnya.

Ketika terjadi interupsi, PC akan menyimpan alamat instruksi yang akan dieksekusi setelah interupsi selesai ditangani.

Stack adalah area memori yang digunakan untuk menyimpan data sementara, termasuk alamat PC.

Ketika terjadi interupsi, alamat PC akan didorong ke stack sehingga dapat diambil kembali setelah interupsi selesai ditangani.

Skema Mekanisme Interupsi

Skema mekanisme interupsi dapat diilustrasikan sebagai berikut:

  • Perangkat keras atau perangkat lunak menghasilkan sinyal interupsi.
  • Prosesor mendeteksi sinyal interupsi.
  • Prosesor menghentikan eksekusi instruksi saat ini.
  • Prosesor menyimpan alamat PC ke stack.
  • Prosesor melompat ke alamat memori yang ditentukan dalam tabel vektor interupsi.
  • Prosesor menangani interupsi.
  • Prosesor mengambil alamat PC dari stack.
  • Prosesor melanjutkan eksekusi instruksi dari titik di mana interupsi terjadi.

Prioritas Interupsi

apa yang dimaksud dengan interupsi terbaru

Interupsi adalah sinyal yang dihasilkan oleh perangkat keras atau perangkat lunak yang meminta perhatian segera dari prosesor. Interupsi memiliki prioritas yang menentukan urutan penanganannya.

Prioritas interupsi dapat diklasifikasikan menjadi beberapa level, dengan level yang lebih tinggi memiliki prioritas yang lebih tinggi. Level prioritas ini memastikan bahwa interupsi yang paling penting ditangani terlebih dahulu, sehingga menjaga stabilitas dan kinerja sistem.

Level Prioritas Interupsi

Level Prioritas Deskripsi
0 Interupsi dengan prioritas tertinggi, biasanya digunakan untuk kesalahan fatal yang mengharuskan penanganan segera.
1 Interupsi yang terkait dengan peristiwa waktu nyata yang kritis, seperti pemrosesan paket jaringan atau operasi I/O.
2 Interupsi yang terkait dengan peristiwa perangkat keras, seperti gangguan memori atau kesalahan cache.
3 Interupsi yang terkait dengan peristiwa perangkat lunak, seperti kesalahan perlindungan memori atau pembagian dengan nol.
4 Interupsi dengan prioritas rendah, biasanya digunakan untuk peristiwa yang tidak mendesak, seperti pembaruan status atau permintaan pencetakan.

Penanganan Interupsi

kegiatan dimaksud produksi apa

Penanganan interupsi merupakan proses sistem operasi dalam merespons peristiwa asinkron yang memerlukan perhatian segera. Ketika terjadi interupsi, sistem operasi menyimpan konteks proses yang sedang berjalan dan mengeksekusi rutinitas penanganan interupsi yang sesuai.

Tahapan Penanganan Interupsi

  • Deteksi Interupsi: Perangkat keras menandakan adanya interupsi melalui jalur khusus.
  • Penyimpanan Konteks: Sistem operasi menyimpan konteks proses yang sedang berjalan, termasuk register, pointer tumpukan, dan status prosesor.
  • Penanganan Interupsi: Rutinitas penanganan interupsi dieksekusi untuk menangani sumber interupsi, seperti perangkat keras atau perangkat lunak.
  • Pemulihan Konteks: Setelah interupsi ditangani, sistem operasi memulihkan konteks proses yang sebelumnya berjalan dan melanjutkan eksekusinya.

Proses Penyimpanan dan Pemulihan Konteks

Penyimpanan dan pemulihan konteks adalah bagian penting dari penanganan interupsi. Proses ini memastikan bahwa sistem operasi dapat melanjutkan eksekusi proses dengan benar setelah interupsi ditangani.

Selama penyimpanan konteks, sistem operasi menyimpan semua informasi yang diperlukan untuk melanjutkan eksekusi proses, seperti register, pointer tumpukan, dan status prosesor. Informasi ini disimpan di lokasi yang aman, seperti tumpukan kernel.

Saat memulihkan konteks, sistem operasi mengambil informasi yang disimpan dari tumpukan kernel dan mengembalikannya ke prosesor. Hal ini memungkinkan proses untuk melanjutkan eksekusi dari titik tepat sebelum interupsi terjadi.

Contoh Praktis

Interupsi memainkan peran penting dalam aplikasi dunia nyata, memfasilitasi penanganan peristiwa asinkron dan komunikasi yang efisien.

Dalam aplikasi yang berinteraksi dengan pengguna, interupsi digunakan untuk menangani input pengguna, seperti penekanan tombol atau pergerakan mouse. Ini memungkinkan aplikasi merespons tindakan pengguna secara real-time, memberikan pengalaman pengguna yang lancar.

Komunikasi Jaringan

Interupsi juga sangat penting dalam komunikasi jaringan. Ketika data tiba dari jaringan, perangkat keras menghasilkan interupsi, yang memicu sistem operasi untuk memproses data yang masuk.

Tanpa interupsi, sistem operasi harus terus-menerus memeriksa apakah ada data baru, yang akan sangat tidak efisien. Dengan interupsi, sistem dapat menangani data masuk segera, memungkinkan komunikasi jaringan yang cepat dan responsif.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *