Bentuk Hubungan Sosial : Asosiatif dan Disosiatif

Hallo sobat GuruIps.Co.ID dalam pertemuan kita kali ini kami akan membahas tentang Bentuk Hubungan Sosial : Asosiatif dan Disosiatif secara lengkap dan jelas, sudah penasaran dengan materi dari kami mari simak artikel  di bawah ini semoga bermanfaat

Bentuk Hubungan Sosial
Bentuk Hubungan Sosial

Bentuk – Bentuk Hubungan Sosial

Bentuk hubungan sosial muncul akibat adanya faktor-faktor hubungan sosial.Bentuk hubungan sosial ini dideskripsikan secara berbeda-beda.


Bentuk Hubungan Sosial Menurut Para Ahli

Menurut Selo Soemardjan

Menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman menyebutkan ada empat bentuk hubungan sosial, sebagai berikut.

  1. Kerja sama
  2. Persaingan
  3. Pertentangan
  4. Akomodasi

Artikel Terkait: √ Terbentuknya Kekuasaan Kolonial di Indonesia : Portugis, Spanyol


Menurut Gillin

Menurut Gillin dan Gillin, bentuk hubungan sosial diklasifikasikan, sebagai berikut.

Bentuk Asosiatif

Bentuk asosiatif, yaitu yang mempersatukan dan mencakup:

  • Akomodasi,
  • Asimilasi,
  • Akulturasi.

Artikel Terkait: √ Perpindahan Penduduk Migrasi : Dinamika, Faktor Beserta Dampak

Bentuk Disosiatif

Bentuk disosiatif, yaitu yang mencerai-beraikan dan mencakup:

  1. Persaingan,
  2. Kontravensi,
  3. Pertentangan (konflik).

Pada Kelas VII semester satu kalian telah belajar mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi social asosiatif dan disosiatif. Sekarang kalian akan belajar mendeskripsikan bentuk-bentuk hubungan social menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman yang terdiri dari empat bentuk hubungan sosial, sebagai berikut.

Artikel Terkait: √ Faktor Pembentukan Tanah Di Indonesia : Karakteristik, Jenis dan Cirinya


Kerja Sama

Dalam stuktur budaya masyarakat Indonesia banyak berlangsung hubungan sosial dalam bentuk kerjasama.Koentjaraningrat berpendapat bahwa tolong menolong dan gotong royong dalam tatanan masyarakat pedesaan di Indonesia merupakan pengerahan tenaga kerja secara masal, tetapi tujuan serta kepentingannya berbeda.

Artikel Terkait: √ Batas Landas Kontinen : Laut Teritorial dan Zona Ekonomi Eksklusif


Gotong Royong

Gotong royong bertujuan untuk memenuhi kepentingan bersama.Gotong royong biasanya terjadi pada masyarakat desa untuk membangun tempat ibadah, membangun saluran air, dan membangun balai desa.Inisiatif gotong royong dapat berasal dari dalam desa maupun luar desa, misalnya intruksi pemerintah daerah tingkat kecamatan.
Pekerjaan gotong royong umumnya terbagi atas dua hal, berikut.

  1. Pekerjaan untuk menangani proyek bersama yang ditetapkan atas mufakat dan musyawarah bersama. (kerja bakti).
  2. Pekerjaan untuk proyek-proyek yang diinstruksikan oleh pemerintah, baik tingkat desa maupun di atasnya.

Tolong – Menolong

Tolong menolong bertujuan untuk memenuhi kepentingan perseorangan. Harapannya, pihak yang ditolong kelak akan membalas dengan bantuan yang sama. Perbedaan antara gotong royong dan tolong menolong terletak pada tingkat ke sukarelaannya.Pada gotong royong yang ikut bekerja tidak mengharapkan imbalan atas sumbangan energi dan tenaganya.Pada tolong menolong, ada hasrat tersembunyi ingin mendapat balasan setimpal (imbalan) terhadap tenaga yang telah dikeluarkan.

Artikel Terkait: √ Faktor Pendorong, Penghambat dan Penyebab Perubahan Sosial Budaya


Pekerjaan tolong menolong terjadi jika tidak ditemukan tenaga upah yang menjadi wujud solidaritas kekerabatan.Misalnya, tolong menolong untuk membngun rumah, membantu tetangga yang hajatan, atau terkena musibah.


Dalam kerangka berpikir Ferdinand Tonnies, konsep gotong royong dan tolong menolong termasuk dalam gemeinschaft.Lebih tepatnya gemeinschaft of place, yaitu ikatan kekerabatan berdasarkan kedekatan letak tempat tinggal serta tempat bekerja. Kedekatan itu mendorong orang untuk berhubungan intim satu dengan yang lain dan mengacu pada kehidupan bersama di daerah perdesaan.


Gotong royong dan tolong menolong mencerminkan sikap saling mengerti, tepo seliro, dan sikap simpati untuk mencoba memahami perasaan orang lain dalam situasi dan kondisi tertentu. Masyarakat yang masih menerapkan sistem gotong royong selalu mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi.Jiwa gotong royong menjadi acuan dasar untuk memecahkan masalah yang bersumber dari asas gotong royong.Usaha untuk memecahkan masalah secara bersama-sama disebut musyawarah.


Hasil musyawarah yang menjadi kesepakatan bersama dinamakan mufakat. Konsep ini diterapkan dalam kehidupan bernegara dengan adanya Majelis Permusyawaratan Rakyat yang dianggap sebagai bentuk kerja sama dan dapat mewakili kepentingan golongan masyarakat Indonesia.

Artikel Terkait: √  Pembangunan Berwawasan Lingkungan : Tujuan dan Kesepakatan


Persaingan

Persaingan merupakan bentuk hubungan social yang mengandung perjuangan untuk memperebutkan tujuan-tujuan tertentu yang sifatnya terbatas.Dalam persaingan, yang diperjuangkan adalah unsur-unsur yang bermanfaat untuk mempertahankan hidup.Akan tetapi, ada juga persaingan yang sekadar hiburan atau kegemaran.Dalam perdagangan di pasar, setiap pedagang berjuang mendapatkan laba sebanyak mungkin agar dapat memenuhi kebutuhan rumah tangganya.Dalam lomba pacuan kuda, persaingan diawali oleh hobi atau kegemaran dari masing-masing peserta.

Artikel Terkait: √ Faktor Penyebab Kerusakan Lingkungan Hidup


Ada dua tipe umum dalam sebuah persaingan, yaitu sebagai berikut.

  • Persaingan personal, yaitu persaingan yang bersifat pribadi antara dua orang. Misalnya, persaingan dua orang pemuda untuk memperebutkan seorang gadis pujaannya.
  • Persaingan impersonal, yaitu persaingan yang bukan bersifat pribadi. Misalnya, persaingan antara dua perusahaan.

Persaingan dapat terjadi dalam berbagai bidang.Persaingan antarprodusen dalam bidang ekonomi bermanfaat untuk mengatur efisiensi produksi dan distribusi suatu produk. Secara tidak langsung, persaingan ini menjadi cara menyeleksi produsen yang benar-benar baik. Produsen yang baik selalu memenangkan persaingan karena mereka sajalah yang mempu memproduksi barang dan jasa yang bermutu murah.

Persaingan memiliki fungsi atau efek positif. Dalam batas-batas tertentu, persaingan dimaksudkan untuk:

  1. Menyalurkan keinginan-keinginan perorangan atau kelompok untuk saling menyaingi;
  2. Mewujudkan keinginan-keinginan, kepentingan-kepentingan, atau niali-nilai yang sedang menjadi pusat perhatian publik ke arah tujuan yang positif;
  3. Mendudukan seseorang pada kedudukan atau peranan sosial yang tepat;
  4. Menyaring warga masyarakat untuk menentukan pembagian kerja sesuai kemampuannya.

Persaingan dapat mematangkan kepribadian seseorang serta memperluas pandangan dan pengetahuan seseorang. Persaingan juga akan mendorong seseorang untuk bekerja keras sehingga menciptakan kemajuan-kemajuan yang berguna. Saat persaingan terjadi dengan dunia luar, solidaritas orang-orang yang sekelompok semakin meningkat.
Di sisi lain, persaingan dapat menimbulkan efek negatif. Persaingan menyebabkan disorganisasi atau perpecahan dalam masyarakat.

Artikel Terkait: √ Letak Geografis dan Astronomis Indonesia


Perubahan yang terjadi dengan cepat di dalam masyarakat mengakibatkan gangguan dalam struktur sosial karena perubahan yang cepat tidak memberi kesempatan kepada warga untuk menyesuaikan diri dengan situasi yang telah berubah.Sebagai contoh, industrialisai telah mengakibatkan para pengusaha bersaing keras untuk merebut pasar dan memenuhi permintaan konsumen.Dengan demikian, tenaga manusia dipandang kurang efektif dalam bekerja.Tenaga mesinlah yang kemudian mengambil alih fungsinya.


Pertentangan

Pertentangan merupakan hubungan sosial di mana individu atau kelompok berusaha memenuhi tujuan dengan jalan menantang pihak lawan.Penentangan tersebut biasanya disertai dengan ancaman dan atau kekerasan. Pertentangan terjadi bukan hanya untuk mempertahankan hidup, dapat pula bertujuan membinasakan keberadaan orang atau kelompok lain yang menjadi lawan atau saingannya.

Artikel Terkait: Organisasi Bentukan Jepang dan Kebijakan Pemerintah


Faktor-faktor yang dapat menyebabkan pertentangan antara lain sebagai berikut.

Perbedaan Antara individu

Perbedaan pendirian dan perasaan mungkin akan melahirkan bentrokan antarindividu. Misalnya, suami istri yang mangalami perbedaan pendirian dapat menyebabkan retaknya hubungan keluarga mereka.


Perbedaan Kebudayaan

Perbedaan kebudayaan tidak hanya menimbulkan pertentangan antar individu, tetapi memungkinkan terjadinya
pertentangan antarkelompok. Pola-pola kebudayaan yang berbeda dapat menimbulkan kepribadian dan pola-pola perilaku yang berbeda pula di kalangan kelompok yang lebih luas. Misalnya, dalam masyarakat Indonesia, budaya seks bebas atau “kumpul kebo” merupakan hal yang tabu dan melanggar nilai serta norma. Akan tetapi, dalam masyarakat Barat hal tersebut merupakan sesuatu yang biasa.


Perbedaan Kepentingan

Perbedaan kepentingan antarindividu maupun kelompok dapat menjadi sumber pertentangan.Wujud kepentingan itu bermacam-macam.Ada kepentingan ekonomi, sosial, atau politik. Misalnya, pedagang kaki lima ingin mendapat keuntungan yang besar dengan menjual dagangannya di trotoar. Akan tetapi, pihak tata kota tidak menghendaki dengan alasan takut kota akan menjadi tidak tertib dan tidak indah. Contoh tersebut merupakan salah satu bentuk pertentangan akibat perbedaan kepentingan.


Perubahan Sosial

Perubahan sosial yang cepat dapat mengakibatkan berubahnya sistem nilai yang berlaku dalam masyarakat.Hal ini dapat memunculkan kelompok-kelompok yang berbeda pendirian.Misalnya, adanya sistem komunikasi yang cepat dan mudah menyebabkan hubungan langsung antarmanusia menjadi berkurang.Tradisi silaturahmi pada hari raya keagamaan yang dahulu dilaksanakan dengan saling mengunjungi ke rumah-rumah kerabat, kini dapat dilakukan dengan hanya berkirim pesan singkat atau telepon.Nilai-nilai kebersamaan yang dahulu begitu kental lambat laun mulai bergeser atau pudar.


Pertentangan merupakan hubungan sosial disosiatif seperti yang dimaksud oleh Gillin dan Gillin.Pertentangan terkesan membawa efek buruk dalam kehidupan bermasyarakat. Akan tetapi, terkadang pertentangan dapat membawa akibat positif bagi masyarakat.Pertentangan yang berlangsung dalam diskusi justru dapat menjadi jalan untuk menemukan solusi atas permasalahan yang sedang dibahas.


Dampak positif lain dari sebuah pertentangan adalah bertambahnya solidaritas intern dan rasa ingroup. Jika terjadi pertentangan antarkelompok, solidaritas setiap anggota kelompok akan meningkat karena terdapat motivasi yang lebih besar, menghadapi ancaman dari pihak luar.


Pertentangan dalam kelompok dapat menghidupkan kembali norma-norma sosial yang berlaku, bahkan dapat memunculkan norma-norma baru.Pertentangan merupakan media untuk menyesuaikan norma-norma yang berlaku dengan berbagai tuntutan zaman yang baru. Dalam masyarakat yang memiliki struktur social fleksibel, pertentangan menolong norma-norma yang berlaku tetap bertahan menghadapi keadaan yang berubah. Masyarakat biasanya memiliki media untuk menyalurkan benih-benih permusuhan.Media tersebut dikenal sebagai Safety value institution, dan bersifat sementara karena berfungsi untuk mengalihkan perhatian.


Pertentangan memiliki beberapa bentuk khusus seperti yang dicontohkan berikut.

  • Pertentangan pribadi
  • Pertentangan rasial
  • Pertentangan antara kelas-kelas sosial
  • Pertentangan politik
  • Pertentangan yang bersifat internasional

Akibat dari bentuk-bentuk pertentangan tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Meningkatnya solidaritas
  2. Goyah atau retaknya persatuan kelompok
  3. Perubahan kepribadian individu dalam kelompok
  4. Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia
  5. Akomodasi, dominasi, dan takluknya salah satu pihak.

Akomodasi

Akomodasi merupakan proses ke arah persepakatan sementara yang dapat diterima oleh kedua belah pihak yang bersengketa. Akomodasi dapat terjadi pada orang atau kelompok yang mau tidak mau harus bekerja sama, meskipun mereka memiliki paham yang berbeda dan bertentangan. Jika tidak ada kesediaan berakomodasi, dua pihak yang berselisih tidak mungkin akan bekerja sama. Misalnya, akomodasi dapat terjadi di lingkungan kerja meski terjadi perbedaan pendapat antara karyawan dan perusahaan, mereka masih dapat bertahan dan dapat bekerja sama.


Dalam akomodasi, pihak-pihak yang bersengketa melakukan interaksi sosial, meskipun kedua belah pihak memegang teguh pendirian sampai terjadinya kesepakatan.Adanya toleransi terhadap perbedaan membuat kelangsungan interakasi sosial dapat terus berjalan. Dalam istilah Summer, keadaan tersebut sebagai kerja sama dalam suatu permusuhan (antagonistic cooperation).


Akomodasi dapat meredakan konflik dan menciptakan interaksi yang relatif damai.Dalam kenyataannya, akomodasi dapat terjadi karena diusahakan melalui perencanaan dan perundingan, tetapi dapat pula terjadi akibat hubungan sosial yang tidak terencana.

Demikian penjelasan dari Guruips.Co.Id tentang Bentuk Hubungan Sosial : Asosiatif dan Disosiatif Secara Lengkap dan Jelasterima kasih sudah berkunjung di website kami jangan lupa di share ke teman anda, semoga bermanfaat, terima kasih.