5 Cara Untuk Melakukan Mobilitas Sosial dan Pengertian Lengkap

Pengertian Mobilitas Sosial dan Cara Melakukannya
Pengertian Mobilitas Sosial dan Cara Melakukannya

Hallo sobat pelajar nusantara kita ketemu lagi ini, kali ini kami dari GuruIps.Co.ID akan berbagi materi  pelajar tentang Pengertian Mobilitas Secara Umum dan Para Ahli berserta cara melakukannya secara lengkap, untuk lebih jelasnya mari simak artikel kami di bawah ini, semoga bermanfaat.


Pengertian Mobiltas Secara Umum

Mobilitas sosial adalah perubahan, pergeseran, peningkatan, ataupun penurunan status dan peran anggotanya. Misalnya, seorang pensiunan pegawai rendahan salah satu departemen beralih pekerjaan menjadi seorang pengusaha dan berhasil dengan gemilang. Contoh lain, seorang anak pengusaha ingin mengikuti jejak ayahnya yang berhasil. Ia melakukan investasi di suatu bidang yang berbeda dengan ayahnya. Namun, ia gagal dan jatuh miskin. Proses keberhasilan ataupun kegagalan setiap orang dalam melakukan gerak sosial seperti inilah yang disebut mobilitas sosial (social mobility).

Baca Juga : Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Mobilitas Sosial


Pengertian Mobilitas Menurut Para Ahli

Selain dari pengertian mobilitas sosial diatas, terdapat beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian mobilitas sosial antaralain sebagai berikut :

 

  • Menurut Horton (1993)

Mobilitas sosial adalah suatu gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya atau gerak pindah dari strata yang satu ke strata yang lainnya. Sementara menurut Kimball Young dan Raymond W. Mack (dalam Soekanto 1990), mobilitas sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Struktur sosial mencakup sifat hubungan antara individu dalam kelompok dan hubungan antara individu dengan kelompoknya.

  • Soerjono Soekanto

Pengertian mobilitas sosial menurut Soerjono Soekanto adalah suatu gerak dalam struktur sosial yaitu pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial.

  • Robert M.Z. Lawang

Menurut Robert M.Z. Lawang, bahwa pengertian mobilitas sosial adalah perpindahan posisi dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain atau dari satu dimensi ke dimensi yang lainnya.

  • Edward Ransford

Pengertian mobilitas sosial menurut H. EdwardRansford adalah perpindahan ke atas atau ke bawah dalam lingkungan sosial secara hirarki.

  • Kimball Young dan Raymond W.Mack

Menurut Kimball Young dan Raymond W. Mack, bahwa pengertian moblitas sosial adalah suatu mobilitas dalam struktur sosial, yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial.

  • Horton dan Hunt

Menurut Horton dan Hunt, pengertian mobilitas sosial adalah suatu gerak perpindahan dari suatu kelas sosial ke kelas sosial lainnya.

  • Wiliam Kornblum

Pengertian mobilitas sosial menurut William Kornblum adalah perpindahan individu-individu, keluarga-keluarga dan kelompok sosialnya dan satu lapisan ke lapisan sosial lainnya.

Dalam dunia modern, banyak orang berupaya melakukan mobilitas sosial. Mereka yakin bahwa hal tersebut akan membuat orang menjadi lebih bahagia dan memungkinkan mereka melakukan jenis pekerjaan yang paling cocok bagi diri mereka. Bila tingkat mobilitas sosial tinggi, meskipun latar belakang sosial berbeda. Mereka tetap dapat merasa mempunyai hak yang sama dalam mencapai kedudukan sosial yang lebih tinggi. Bila tingkat mobilitas sosial rendah, tentu saja kebanyakan orang akan berpikir dalam status nenek moyang mereka, mereka hidup dalam kelas sosial tertutup.

Baca Juga :  Faktor Penghambat Mobilitas Sosial

Cara Untuk Melakukan Mobilitas Sosial

Secara umum, cara orang untuk dapat melakukan mobilitas sosial ke atas adalah sangat beragam, diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Perubahan Standar Hidup

Kenaikan penghasilan tidak menaikan status secara otomatis, melainkan akan merefleksikan suatu standar hidup yang lebih tinggi. Ini akan mempengaruhi peningkatan status.

Contoh: Seorang pegawai rendahan, karena keberhasilan dan prestasinya diberikan kenaikan pangkat menjadi Menejer, sehingga tingkat pendapatannya naik. Status sosialnya di masyarakat tidak dapat dikatakan naik apabila ia tidak merubah standar hidupnya, misalnya jika dia memutuskan untuk tetap hidup sederhana seperti ketika ia menjadi pegawai rendahan.

  • Perkawinan

Perkawinan pada umumnya bertujuan untuk memenuhi kebutuh-an seksual dan melanjutkan keturunan. Namun secara sosiologis pada umumnya perkawinan juga bertujuan untuk meningkatkan status sosial yang lebih tinggi dari manusia yang bersangkutan, namun demikian tidak semua individu memiliki pandangan tersebut.

Contoh: Seseorang wanita yang berasal dari keluarga sangat sederhana menikah dengan laki-laki dari keluarga kaya dan terpandang di masyarakatnya. Perkawinan ini dapat menaikkan status si wanita tersebut.

  • Perubahan Tempat Tinggal

Untuk meningkatkan status sosial, seseorang dapat berpindah tempat tinggal dari tempat tinggal yang lama ke tempat tinggal yang baru. Atau dengan cara merekonstruksi tempat tinggalnya yang lama menjadi lebih megah, indah, dan mewah. Secara otomatis, seseorang yang memiliki tempat tinggal mewah akan disebut sebagai orang kaya oleh masyarakat, hal ini menunjukkan terjadinya gerak sosial ke atas.

Baca Juga : Beberapa Bentuk Mobilitas Sosial

  • Perubahan Tingkah Laku

Untuk mendapatkan status sosial yang tinggi, orang berusaha menaikkan status sosialnya dan mempraktekkan bentuk-bentuk tingkah laku kelas yang lebih tinggi yang diaspirasikan sebagai kelasnya. Bukan hanya tingkah laku, tetapi juga pakaian, ucapan, minat, dan sebagainya. Dia merasa dituntut untuk mengkaitkan diri dengan kelas yang diinginkannya.

Contoh: agar penampilannya meyakinkan dan dianggap sebagai orang dari golongan lapisan kelas atas, ia selalu mengenakan pakaian yang bagus-bagus. Jika bertemu dengan kelompoknya, dia berbicara de-ngan menyelipkan istilah-istilah asing.

  • Perubahan Nama

Dalam suatu masyarakat, sebuah nama diidentifikasikan pada posisi sosial tertentu. Gerak ke atas dapat dilaksanakan dengan mengubah nama yang menunjukkan posisi sosial yang lebih tinggi.

Contoh: Di kalangan masyarakat feodal Jawa, seseorang yang memiliki status sebagai orang kebanyakan mendapat sebutan “kang” di depan nama aslinya. Setelah diangkat sebagai pengawas pamong praja sebutan dan namanya berubah sesau dengan kedudukannya yang baru seperti “Raden”.

Baca Juga :

Berdasarkan sumber buku Ilmu Pengetahuan Sosial Nur Wahyu Rochmadi jilid II, kami guruips.co.id ingin berbagi tentang materi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial secara keselurahan dari SD, SMP dan SMA/SMK, mari simak artikel kami lainnya dan dari sumber – sumber buku terpercaya, Semoga Bermanfaat.