Cara Urus Pecah Kartu Keluarga

Pengertian Kartu Keluarga

Kartu Keluarga (KK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia untuk setiap keluarga. KK berfungsi sebagai bukti identitas dan domisili bagi seluruh anggota keluarga yang tercantum di dalamnya.

Kartu Keluarga memiliki peran penting dalam kehidupan warga negara Indonesia. Dokumen ini menjadi dasar berbagai keperluan administrasi, seperti:

  • Pembuatan paspor
  • Pendaftaran sekolah
  • Permohonan layanan kesehatan
  • Pengajuan bantuan sosial
  • Pembukaan rekening bank

Penyebab Kartu Keluarga Pecah

Kartu keluarga pecah terjadi ketika anggota keluarga yang tercatat di dalamnya terpisah secara hukum atau karena alasan lainnya. Berikut beberapa alasan umum yang dapat menyebabkan pecahnya kartu keluarga:

Perceraian

  • Perceraian menyebabkan pembubaran ikatan perkawinan, sehingga kartu keluarga yang sebelumnya diterbitkan menjadi tidak berlaku.

Kematian

  • Meninggalnya salah satu atau kedua orang tua menyebabkan perubahan komposisi keluarga, sehingga diperlukan penerbitan kartu keluarga baru.

Pernikahan

  • Pernikahan salah satu anak yang tercatat dalam kartu keluarga akan membuat anak tersebut memiliki kartu keluarga baru bersama pasangannya.

Perpindahan Domisili

  • Jika salah satu anggota keluarga berpindah domisili ke wilayah yang berbeda, maka kartu keluarga yang lama tidak lagi berlaku dan perlu diterbitkan kartu keluarga baru sesuai dengan domisili baru.

Pengangkatan Anak

  • Pengangkatan anak dapat menyebabkan perubahan komposisi keluarga, sehingga diperlukan penerbitan kartu keluarga baru yang mencantumkan anak yang diangkat.

Prosedur Mengurus Kartu Keluarga Pecah

Mengurus kartu keluarga pecah merupakan proses yang perlu dilakukan ketika terjadi perubahan dalam susunan keluarga, seperti perceraian, kematian, atau perpindahan anggota keluarga. Prosedur ini bertujuan untuk memperbarui data kependudukan dan memastikan akurasi informasi dalam kartu keluarga.

Persyaratan Mengurus Kartu Keluarga Pecah

  • Surat pengantar dari RT/RW setempat
  • Kartu keluarga asli dan fotokopinya
  • Dokumen pendukung perubahan data, seperti:
    • Akta perceraian (untuk kasus perceraian)
    • Akta kematian (untuk kasus kematian)
    • Surat keterangan pindah (untuk kasus perpindahan)
  • Fotokopi KTP dan KK pemohon
  • Biaya administrasi sesuai ketentuan yang berlaku

Langkah-langkah Mengurus Kartu Keluarga Pecah

  1. Siapkan dokumen persyaratan yang diperlukan.
  2. Datangi kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat.
  3. Ambil nomor antrean dan tunggu hingga dipanggil.
  4. Serahkan dokumen persyaratan kepada petugas.
  5. Petugas akan memeriksa kelengkapan dan keabsahan dokumen.
  6. Jika dokumen lengkap dan valid, petugas akan memproses permohonan.
  7. Pemohon akan diberikan tanda terima sebagai bukti pengajuan.
  8. Tunggu proses pembuatan kartu keluarga baru yang biasanya memakan waktu beberapa hari.
  9. Kembali ke Disdukcapil untuk mengambil kartu keluarga baru yang sudah jadi.

Tempat Mengurus Kartu Keluarga Pecah

keluarga kartu mengurus biayanya menikah setelah dilakukan

Kartu keluarga pecah dapat diurus di instansi berikut:

Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)

Kantor Disdukcapil berwenang mengurus segala hal terkait administrasi kependudukan, termasuk penerbitan kartu keluarga pecah. Alur pelayanannya sebagai berikut:

  1. Datang ke kantor Disdukcapil sesuai domisili.
  2. Ambil nomor antrean dan tunggu giliran.
  3. Serahkan dokumen persyaratan kepada petugas.
  4. Petugas akan memproses permohonan dan menerbitkan kartu keluarga pecah.

Jam operasional kantor Disdukcapil umumnya Senin-Jumat pukul 08.00-15.00 WIB. Namun, jam operasional dapat berbeda-beda di setiap daerah.

Berikut daftar alamat dan nomor kontak kantor Disdukcapil di beberapa kota besar:

  • Jakarta: Jl. Kepu Selatan No. 10, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Telp: (021) 3840134.
  • Bandung: Jl. Soekarno-Hatta No. 729, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung. Telp: (022) 7302954.
  • Surabaya: Jl. Arif Rahman Hakim No. 128, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya. Telp: (031) 5033313.
  • Medan: Jl. Mayjend Sutoyo No. 35, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan. Telp: (061) 4534556.

Biaya Mengurus Kartu Keluarga Pecah

Dalam mengurus pecah kartu keluarga, umumnya tidak dikenakan biaya. Namun, ada beberapa daerah atau instansi yang mungkin menerapkan biaya administrasi dengan besaran yang bervariasi.

Jika terdapat biaya, biasanya berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 50.000. Pembayaran biaya dapat dilakukan secara tunai langsung di kantor instansi terkait atau melalui transfer bank sesuai dengan petunjuk yang diberikan.

  • Besaran biaya bervariasi tergantung daerah dan instansi
  • Pembayaran biaya dapat dilakukan secara tunai atau transfer bank

Waktu Penyelesaian Pengurusan

Proses pengurusan kartu keluarga pecah umumnya dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat. Namun, waktu penyelesaian dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor.

Secara umum, kisaran waktu penyelesaian pengurusan kartu keluarga pecah adalah antara 1 hingga 3 hari kerja.

Faktor-faktor yang Memengaruhi Waktu Penyelesaian

  • Kelengkapan Dokumen: Kelengkapan dokumen yang diserahkan akan memengaruhi waktu penyelesaian. Pastikan semua dokumen yang diperlukan telah dipersiapkan sebelum mengajukan permohonan.
  • Antrean Permohonan: Volume permohonan yang sedang diproses juga dapat memengaruhi waktu penyelesaian. Jika antrean permohonan sedang banyak, waktu penyelesaian bisa jadi lebih lama.
  • Ketersediaan Petugas: Jumlah petugas yang bertugas mengurus permohonan juga dapat memengaruhi waktu penyelesaian. Jika jumlah petugas terbatas, waktu penyelesaian bisa jadi lebih lama.

Tips Mengurus Kartu Keluarga Pecah

cara urus pecah kartu keluarga

Mengurus kartu keluarga yang pecah bisa jadi merepotkan, namun dengan tips yang tepat, prosesnya bisa dipermudah dan dipercepat. Berikut beberapa kiat praktis untuk membantu Anda:

Kumpulkan Dokumen dengan Cepat

  • Siapkan dokumen yang diperlukan, seperti surat pengantar dari RT/RW, fotokopi KTP orang tua, dan akta kelahiran anak.
  • Fotokopi semua dokumen yang diperlukan untuk mengantisipasi permintaan tambahan.
  • Jika memungkinkan, buat salinan digital dari semua dokumen untuk mempermudah proses pengarsipan.

Strategi Hemat Waktu dan Biaya

  • Datanglah ke kantor Dukcapil pada jam kerja yang tidak terlalu sibuk untuk menghindari antrean panjang.
  • Manfaatkan layanan online jika tersedia di daerah Anda untuk menghemat waktu dan biaya transportasi.
  • Periksa persyaratan dokumen dan biaya yang diperlukan terlebih dahulu untuk menghindari kejutan yang tidak diinginkan.

Contoh Kartu Keluarga Pecah

cara urus pecah kartu keluarga terbaru

Kartu keluarga pecah adalah dokumen yang diterbitkan bagi keluarga yang mengalami perceraian atau perpisahan. Dokumen ini berisi data tentang anggota keluarga yang masih tinggal bersama dan anggota keluarga yang telah keluar dari rumah.

Perbedaan dengan Kartu Keluarga Utuh

  • Kartu keluarga pecah hanya memuat data anggota keluarga yang masih tinggal bersama.
  • Kartu keluarga pecah mencantumkan informasi tentang anggota keluarga yang telah keluar dari rumah, seperti nama, tanggal lahir, dan alasan keluar dari rumah.
  • Kartu keluarga pecah tidak memiliki tanda tangan dari kepala keluarga yang telah keluar dari rumah.

Cara Membaca Kartu Keluarga Pecah

Kartu keluarga pecah memiliki format yang mirip dengan kartu keluarga utuh. Data yang tercantum dalam kartu keluarga pecah antara lain:

  • Nama kepala keluarga
  • Alamat keluarga
  • Tanggal diterbitkan kartu keluarga
  • Data anggota keluarga yang masih tinggal bersama, meliputi:
    • Nama lengkap
    • Tanggal lahir
    • Jenis kelamin
    • Status perkawinan
    • Pekerjaan
  • Data anggota keluarga yang telah keluar dari rumah, meliputi:
    • Nama lengkap
    • Tanggal lahir
    • Tanggal keluar dari rumah
    • Alasan keluar dari rumah

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *