Tujuan Penulisan Karangan Narasi

Pengertian Narasi

Istilah narasi atau sering disebut juga naratif berasal dari bahasa Inggris narration (cerita) dan narrative (yang menceritakan).

Narasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam sebuah tulisan yang rangkaian peristiwa dari waktu ke waktu dijabarkan dengan urutan awal, tengah, dan akhir.

Namun ada juga yang berpendapat bahwa secara sederhana, narasi dikenal sebagai cerita. Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik.

Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot atau alur. Jadi, narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur.

Pola narasi yang secara sederhana berbentuk susunan dengan urutaan awal-tengah-akhir, sebagai berikut:

  1. Awal narasi biasanya berisi pengantar yaitu memperkenalkan suasana dan tokoh. Bagian awal harus dibuat menarik agar dapat mengikat pembaca.
  2. Bagian tengah merupakan bagian yang memunculkan suatu konflik. Konflik lalu diarahkan menuju klimaks cerita. Setelah konfik timbul dan mencapai klimaks, secara berangsur-angsur cerita akan mereda
  3. Akhir cerita yang mereda ini memiliki cara pengungkapan bermacam-macam. Ada yang menceritakannya dengan panjang, ada yang singkat, ada pula yang berusaha menggantungkan akhir cerita dengan mempersilakan pembaca untuk menebaknya sendiri.

Pengertian Narasi Menurut Para Ahli

  1. Menurut Keraf

Karangan narasi merupakan bentuk karangan yang sasaran utamanya adalah tindak tanduk yang dijalin dan dirangkai menjadi sebuah peristiwa yang terjadi dalam suatu kesatuan waktu.

Atau dapat juga dirumuskan dengan cara lain;narasi adalah suatu bentuk karangan yang berusaha menggambarkan sejelas-jelasnya kepada pembaca suatu peristiwa.

  1. Menurut Widyamartaya

Narasi bertujuan menyampaikan gagasan dalam urutan waktu dengan maksud menghadirkan didepan mata angan-angan pembaca serentetan peristiwa yang biasanya memuncak  pada kejadian utama.

  1. Menurut Finoza

Karangan narasi (berasal dari naration berarti bercerita)  adalah suatu bentuk yang berusaha menciptakan, mengisahkan, dan merangkaikan tindak tanduk perbuatan manusia dalam sebuah peristiwa secara kronologis atau berlangsung dalam suatu kesatuan waktu.

Ciri – Ciri Karangan Narasi

Narasi dibangun oleh sebuah alur cerita. Alur ini tidak akan menarik jika tidak ada konflik. Selain alur cerita, konflik dan susunan kronlogis, ciri-ciri narasi lebih lengkap sebagai berikut:

  1. Berupa cerita pengalaman atau peristiwa penulis.
  2. Untuk karangan narasi yang nonfiksi cerita yang yang disampaikan harus benar-benar terjadi, sedangkan unuk karangan narasi yang fiksi bersifat imajinasi.’
  3. Berdasarkan konflik, karena tanpa konflik narasi tidak akan menarik
  4. Memiliki nilai estetika
  5. Menekankan susunan secara kronologi.

Jenis Jenis Narasi

Berdasarkan jenisnya narasi terbagi menjadi:

  1. Narasi Ekspositorik atau informatif

Narasi ekspositorik adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang.

Dalam narasi ekspositorik, penulis menceritakan suatu peristiwa berdasarkan data yang sebenarnya. Pelaku yang ditonjolkan biasanya, satu orang.

Pelaku diceritakan mulai dari kecil sampai saat ini atau sampai terakhir dalam kehidupannya. Karangan narasi ini diwarnai oleh eksposisi, maka ketentuan eksposisi juga berlaku pada penulisan narasi ekspositprik.

Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukan unsursugestif atau bersifat objektif.

Paragraf Narasi Espositoris disebut juga narasi teknis adalah karangan yang mencoba menyajikan sebuah peristiwa kepada pembaca apa adanya.

Contoh Paragraph Narasi Ekspositorik

Aku berjalan menuju halaman rumah-rumah yang sunyi. Aku terus berjalan d kota kecil yang sunyi, hingga kutemukan patung sepeda-sepedaan di tengah taman. Ada seorang gadis berbaju hijau mengintipku dari balik rerimbun daun.

Aku mengejarnya. Lantas, ia berhenti di salah satu sudut taman. Kami berpandang-pandangan sebelum aku tahu ia benar-benar hilang.

Bolak-balik aku mencoba untuk mencarinya. Sebelum aku benar-benar menemukannya, dering jam weker cukup mengejutkanku. Cahaya matahari sudah menerobos masuk jendela kamarku.

  1. Narasi Artistik atau Sugestif

Narasi sugestif adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat.

Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukan unsur sugestif atau bersifat objektif.

Contoh paragaraf narasi artistic

Sehabis menimang buah hatinya, Ibu menggelar tikar di halaman pinggiran rumah yang sempit itu, kemudian merebahkan badannya tanpa bantal dan selimut, menengadah ke langit.

Di langit, bulan yang masih jauh dari purnama itu seperti sabit yang kehilangan tangkainya. Dia berjalan melawan gumpalan-gumpalan awan. Siapa yang berjalan, pikirnya.

Bulan atau awan? Tiba-tiba angin sejuk mendesir dan hawa yang sejak siang agak gerah menekan jadi lumayan enaknya. Ibu menguap, dan ia pun terlelap.

Pembagian Narasi Berdasarkan Materi Pengembangan

Pembagian narasi berdasarkan materi pengembangannya, paragraph narasi terbagi menjadi:

  1. Narasi Fiksi

Narasi fiksi adalah narasi yang mengisahkan peristiwa-peristiwa imajinatif.

Narasi fiksi disebut juga narasi sugestif. Contohnya : novel dan cerpen.

Ciri-ciri paragraf narasi fiksi sendiri adalah:

  • Menyampaikan makna atau amanat secara tersirat sebagai sarana rekreasi rohaniah.
  • Menggugah imajinasi.
  • Penalaran difungsikan sebagai alat pengungkap makna, kalau perlu dapat diabaikan.
  • Bahasa cenderung figuratif dan menitikberatkan penggunaan konotasi.
  1. Narasi Nonfiksi

Narasi nonfiksi adalah narasi yang mengisahkan peristiwa-peristiwa faktual, suatu yang ada dan benar-benar terjadi. Narasi ini disebut juga narasi ekspositori.

Contoh dari narasi nonfiksi adalah biografi, laporan perjalanan, autobiografi dan kisah pengalaman.

Ciri-ciri narasi nonfiksi adalah:

  • Menyampaikan informasi yang menambah pengatahuan pembaca.
  • Penalaran digunakan sebagai sarana untuk mencapai kesepakatan rasional.
  • Bahasanya cenderung informatif dan lebih menitikberatkan pada makan denotasi.

Tujuan Penulisan Karangan Narasi

Tujuan penulisan karangan narasi secara fundamental yaitu;

  • Hendak memberikan informasi atau wawasan dan memperluas pengetahuan.
  • Memberikan pengalaman estetis kepada pembaca.

Langkah – Langkah Menulis Karangan Narasi

Langkah menyusun narasi (terutama yang berbentuk fiksi) cenderung dilakukan melalui proses kreatif, dimulai dengan mencari, menemukan, dan menggali ide.

Oleh karena itu, cerita dirangkai dengan menggunakan “rumus” 5 W + 1 H, yang dapat disingkat menjadi adik simba.

  1. (What) Apa yang akan diceritakan,
  2. (Where) Di mana setign/ lokasi cerita,
  3. (When) Kapan peristiwa itu terjadi,
  4. (Who) Siapa pelaku daalm cerita tersebut,
  5. (Why) Mengapa peristiwa tersebut dapat terjadi,
  6. (How) Bagaimana cerita itu dipaparkan.

Namun lebih lengkapnya lagi, langkah-langkah dalam menyusun paragraph narasi adalah sebagi berikut:

  • Tentukan dulu tema dan amanat yang akan disampaikan
  • Tetapkan sasaran pembaca,
  • Rancang peristiwa-peristiwa utama yang akan ditampilkan dalam bentuk skema alur
  • Bagi peristiwa utama ke dalam bagian awal, perkembangan dan akhir cerita,
  • Rincian peristiwa-peristiwa utama ke dalam detail-detail peristiwa sebagai pendukung cerita,
  • Susun tokoh dan perwatakan, latar dan sudut pandang.

Contoh Karangan Narasi

  • Contoh Karangan Narasi tentang Guru

Kita semua pasti mempunyai orang tua sehingga kita lahir di dunia ini. Namun, ada istilah orang tua kedua yang ada di sekolah. Itu adalah sebuatan untuk guru kita yang ada di sekolah.

Karena ketika di sekolah, para guru lah yang menjaga, membimbing, dan menegur kita selama berada di sekolah. Ketika di sekolah, pasti banyak sekali guru yang mengajarkan materi yang berbeda – beda dan setiap guru pasti mempunyai kepribadiannya masing – masing.

Pasti kita pernah menemukan guru yang sabar dan baik, tegas, dan ada juga guru yang sering marah sehingga ditakuti oleh para murid. Dan masih banyak lagi kepribadian dari setiap guru.

Namun, terlepas dari itu semua, guru adalah kunci kesuksesan kita nantinya. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka selalu ada di setiap suka duka kita dalam menempuh pendidikan di sekolah.

Mereka yang akan bangga ketika kita dapat meraih prestasi, dan mereka juga yang akan selalu menyemangati kita jika kita melakukan kegagalan. Guru, segala hormat kami hanya untukmu.

  • Contoh Karangan Narasi tentang Pendidikan

Belajar di dunia ini bukan hanya di sekolah saja. Namun, mind-set yang ada di masyarakat kini belajar haruslah di sekolah, jika tidak di sekolah berarti bukan disebut belajar.

Pikiran – pikiran seperti itulah yang seharusnya dihilangkan dari budaya sosial kita. Belajar sebenarnya bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun. Belajar bukanlah harus melibatkan seorang guru dengan murid.

Ada penelitian yang membuktikan bahwa ada seseorang yang belajar sendiri atau otodidak, tanpa ada seorang guru yang mengajarkannya, akan mempunyai kemampuan dalam menguasai pelajaran yang lebih dalam daripada seseorang yang belajar dengan melibatkan seorang guru.

Selain itu, jika seseorang belajar dengan santai tanpa ada tekanan seperti belajar ddi alam terbuka sambil menikmati waktu santai, maka ingatan seseorang tersebut akan semakin kuat tanpa harus terus melihat papan tulis dan mendengarkan penjelasan guru.

  • Contoh Karangan Narasi tentang Alam

Pagi ini udara diluar rumah sangatlah dingin, kulitku seperti berada di dalam lemari es. Dinginnya seperti hampir membekukan seluruh tubuhku.  Hari ini adalah hari pertamaku berada di desa dimana ibu dilahirkan.

Keluarga ibuku masih banyak yang tinggal di desa. Aku yang terbiasa dengan suasana kota, kali ini masih terasa sedikit canggung ketika berada di daerah pedesaan.

Jalannya yang sempit dan sedikit becek, membuatku untuk lebih berhati – hati. Pagi ini, aku ingin melihat matahari terbit dari balik bukit yang ada didepan rumah kakekku. Indah sekali pemandangannya.

Demikian pembahasan dari kami tentang Langkah dan Tujuan Penulisan Narasi secara lengkap dan jelas, semoga bermanfaat jangan lupa di share sobat Guruips.Co.iD semoga bermanfaat