Faktor dan Proses Pembentukan Tanah Di Indonesia

Faktor Pembentukan Tanah
Faktor Pembentukan Tanah

Hallo sobat GuruIps.Co.ID dalam pertemuan kita kali ini kami akan membahas tentang Faktor dan Proses Pembentukan Tanah Di Indonesia : Karakteristik, Jenis dan Cirinya Wilayah Indonesia secara lengkap dan jelas, sudah penasaran dengan materinya simak artikel kami di bawah in

Morfologi Indonesia

Morfologi adalah ilmu tentang bentuk muka bumi, terkait dengan struktur luar batu-batuan dan perkembangan ciri topografi. Lapisan kulit bumi yang sangat tipis (litosfer) disebut juga lempeng bumi. Lempeng itu selalu mengalami pergeseran dan pergerakan yang menimbulkan berbagai gejala tektonisme. Selain itu juga juga menimbulkan pengarug terbentuknya jalur pegunungan dan gunung api.


Wilayah Indonesia berada di daerah perbatasan dua lempeng tektonik, yaitu lempeng Indo-Australia dan lempeng Filipina. Indonesia dilalui oleh jalur pegunungan muda Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania. Coba perhatikan gambar di bawah ini!

Iklim dan cuaca guruips..co.id
Iklim dan cuaca guruips..co.id

Jenis Tanah di Indonesia

Tanah (soil), adalah lapisan teratas kulit bumi hasil akhir pelapukan batuan, tempat di mana manusia dan berbagai makhluk hidup lain berpijak. Ilmu tentang tanah adalah Pedologi.

Artikel Lainnya : √  Ciri Musim di Indonesia : Pengertian, Pergantian, Serta Pengaruh


Jenis dan Ciri Tanah di Indonesia

Dari ratusan jenis tanah di muka bumi, beberapa jenis yang paling banyak dijumpai di Indonesia adalah sebagai berikut.

Tanah Vulkanis (Andosol)

Tanah vulkanis atau tanah andosol (tuff), berasal dari hasil pelapukan debu vulkanis dan material letusan gunung api lainnya. Tanah ini banyak terdapat di daerah gunung api, terutama yang sudah pernah meletus. Jenis tanah ini sangat subur dan baik untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Ciri-ciri tanah vulkanis adalah berwarna kelabu hingga kuning dan peka terhadap erosi.

Tanah Aluvial

Tanah aluvial berasal dari endapan lumpur sungai. Tanah ini banyak ditemukan di sepanjang lembah, pertemuan sungai dan laut, bantaran sungai (kanan kiri sungai), kaki gunung, dataran yang sering dilanda banjir (flood plains), serta muara sungai (delta). Tanah aluvial sangat subur dan cocok untuk tanaman padi, palawija, tebu, tembakau, karet, kelapa, dan kopi. Ciri-ciri tanah aluvial: warna kelabu dan sifatnya peka terhadap erosi.

Artikel Lainnya : √ Macam Sumber Daya

Tanah Humus

Tanah humus adalah sisa-sisa hasil pelapukan tumbuh-tumbuhan yang telah diuraikan oleh organism kecil dalam tanah. Humus memulihkan zat kimia yang berguna bagi tanah, sehingga tumbuhan dapat hidup. Tanah humus sangat subur dan cocok untuk lahan pertanian. Ciri-cirinya: berwarna kehitaman, subur mengandung bahan organik, dan mudah basah.

Tanah Laterit

Tanah laterit adalah tanah yang terjadi karena adanya pelarutan garam-garaman di dalam batuan, sehingga tinggal oksidasi besi dan aluminium. Pelarutan oleh air hujan terjadi pada daerah bersuhu tinggi. Berbagai mineral yang telah larut dibawa air ke tempat lebih rendah. Tanah laterit kurang subur, hanya tepat untuk tanaman palawija, hortikultura, dan karet. Tanah ini banyak mengandung zat besi dan aluminium.

Artikel Lainnya : √ Pembangunan Berwawasan Lingkungan : Tujuan dan Kesepakatan

Tanah Kapur (Terraroza)

Tanah kapur berasal dari pelapukan batuan kapur yang banyak terdapat di daerah pegunungan kapur. Karena kandungan bahannya, tanah ini sangat tepat untuk tanaman jati. Ciri-cirinya: warna putih kecoklatan, keras, dan tidak subur.

Tanah Gambut (Organosol)

Tanah gambut adalah tanah yang berasal dari bahan organik (tumbuh-tumbuhan) yang hidup di rawa dan mengalami proses pembusukan tidak sempurna. Ciri-ciri utama tanah ini: memiliki tingkat keasaman tinggi, dan tidak subur, tanpa pengolahan khusus tidak baik untuk lahan pertanian.

Tanah Mergel

Tanah mergel adalah tanah yang terjadi dari campuran batuan kapur, tanah liat, dan pasir. Banyak terdapat di lereng pegunungan, dan dataran rendah. Tanah mergel termasuk tanah subur.

Tanah Regosol

Tanah regosol adalah tanah berupa materialmaterial kasar. Terbentuk dari pasir pantai atau material dari gunung api yang belum banyak mengalami pelapukan. Ciri-ciri utama tanah ini adalah berbutiran besar/kasar.

Tanah Latosol

Tanah latosol adalah tanah berbatu-batu, yaitu tanah tua berupa batuan keras yang belum melapuk dengan sempurna. Biasanya terdapat di lereng pegunungan yang mengalami erosi. Tanah jenis ini berciri keras dan tidak subur.

Artikel Lainnya : √  Faktor Pendorong, Penghambat dan Penyebab Perubahan Sosial Budaya

Tanah Podzolik

Tanah podzolik adalah tanah yang terdiri dari batuan yang banyak mengandung kuarsa. Tanah jenis ini dijumpai di pegunungan tinggi.

Dari berbagai jenis tanah yang terdapat di Indonesia, yang termasuk jenis tanah subur adalah tanah vulkanis, tanah aluvial, dan tanah humus. Tanah subur berwarna hitam hingga kelabu, dan memiliki ciri-ciri utama sebagai berikut.

  • Memiliki struktur yang baik;
  • Banyak mengandung garam-garaman dan mineral yang berguna bagi tumbuhan; dan
  • Mengandung cukup air untuk melarutkan garam-garaman di dalamnya.

Artikel Lainnya : √ Letak Geografis dan Astronomis Indonesia


Faktor Mempengaruhi Pembentukan Tanah

Batuan induk yang pecah oleh pengaruh cuaca, iklim, dan erosi kimia, lama-kelamaan akan menjadi butiran pasir. Setelah bercampur dengan berbagai bahan organik dan anorganik, akhirnya butiran tersebut akan membentuk tanah, Berikut adalah berbagai faktor yang memengaruhi proses pembentukan tanah.

Jenis Batuan Induk

Batuan induk menentukan jenis mineral yang terkandung dalam tanah. Batuan induk mengalami proses pelapukan, pengikisan, dan pengangkutan serta pengendapan hingga menjadi jenis tanah tertentu.

Relief dan Topografi

Relief dan topografi tempat memengaruhi aliran air yang melintasi batuan. Aliran air yang kuat memengaruhi erosi, genangan air mempercepat proses pembusukan, dan sebagainya.

Iklim dan Cuaca

Berbagai unsur iklim dan cuaca terutama temperature dan curah hujan memengaruhi tingkat pelapukan, proses pelarutan, dan sebagainya.

Aktivitas Biologis

Berbagai makhluk hidup (tumbuhan, hewan, manusia, dan mikroorganisme) dan segala aktivitasnya memengaruhi proses pembentukan tanah.

Jangka Waktu

Perbedaan lamanya waktu pembentukan tanah memengaruhi jenis tanah yang dihasilkan.

Artikel Lainnya : √ Faktor Penyebab Kerusakan Lingkungan Hidup


Karakteristik Tanah

Faktor-faktor di atas berbeda pada setiap wilayah muka bumi. Akibatnya terbentuklah ratusan jenis tanah dengan ciri khusus. Misalnya:

  • Jenis tanah di daerah tropis, tua, dan dalam;
  • Jenis tanah di gurun, muda, dan dangkal;
  • Jenis tanah di daerah sedang, setengah tua, dan cocok untuk pertanian.

Artikel Lainnya : √ Unsur Lingkungan Hidup

Banyak cara yang digunakan untuk mengelompokkan ratusan jenis tanah tersebut. Misalnya, pengelompokan berdasarkan:

  1. Kandungan zat kimia;
  2. Warna dan tekstur;
  3. Jumlah materi organik yang terkandung dalam tanah, dan lain-lain.

Penelitian tanah mula-mula dilakukan oleh seorang bangsa Rusia. Itulah sebabnya banyak tanah dinamakan dengan bahasa Rusia.

Demikian pembahasan kami dari GuruIps.Co.ID tentang Faktor dan Proses Pembentukan Tanah Di Indonesia : Karakteristik, Jenis dan Cirinya Wilayah Indonesia  Secara Lengkap dan jelas, jangan lupa di share ya sobat, terima kasih semoga bermanfaat.