Jelaskan Latar Belakang Orde Baru

Kebijakan-kebijakan Orde Baru

orde belakang latar lahirnya sejarah

Masa Orde Baru merupakan periode panjang dalam sejarah Indonesia yang ditandai dengan penerapan kebijakan-kebijakan yang signifikan di bidang ekonomi, politik, dan sosial. Kebijakan-kebijakan ini berdampak besar terhadap perkembangan Indonesia dan membentuk fondasi negara seperti yang kita kenal sekarang.

Kebijakan Ekonomi

Orde Baru menerapkan kebijakan ekonomi yang menekankan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Beberapa kebijakan ekonomi yang diterapkan antara lain:

  • Pemberlakuan sistem ekonomi Pancasila yang menekankan pada keadilan dan pemerataan.
  • Penerapan kebijakan pembangunan lima tahun (Pelita) yang bertujuan untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.
  • Pengendalian inflasi dan stabilisasi nilai tukar rupiah.
  • Peningkatan investasi asing dan dalam negeri.

Dampak positif dari kebijakan ekonomi ini antara lain pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, dan peningkatan investasi. Namun, kebijakan ini juga dikritik karena menyebabkan kesenjangan sosial yang lebar dan utang luar negeri yang besar.

Kebijakan Politik

Di bidang politik, Orde Baru menerapkan kebijakan yang bersifat sentralistik dan otoriter. Beberapa kebijakan politik yang diterapkan antara lain:

  • Pembentukan Golkar sebagai partai politik yang dominan.
  • Pembatasan kebebasan pers dan organisasi politik.
  • Penangkapan dan pemenjaraan lawan politik.
  • Pemberlakuan Dwifungsi ABRI yang memberikan peran ganda bagi militer dalam bidang politik dan keamanan.

Dampak positif dari kebijakan politik ini adalah terjaganya stabilitas politik dan keamanan. Namun, kebijakan ini juga dikritik karena membatasi kebebasan berpendapat dan hak asasi manusia.

Kebijakan Sosial

Di bidang sosial, Orde Baru menerapkan kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Beberapa kebijakan sosial yang diterapkan antara lain:

  • Program Keluarga Berencana (KB) untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk.
  • Pembangunan fasilitas kesehatan dan pendidikan.
  • Program transmigrasi untuk mengurangi kepadatan penduduk di Jawa.
  • Pemberian bantuan sosial kepada masyarakat miskin.

Dampak positif dari kebijakan sosial ini antara lain peningkatan angka harapan hidup, penurunan angka kemiskinan, dan peningkatan kualitas pendidikan. Namun, kebijakan ini juga dikritik karena kurangnya partisipasi masyarakat dan dampak negatif pada lingkungan.

Perkembangan Politik dan Sosial pada Masa Orde Baru

jelaskan latar belakang orde baru

Masa Orde Baru merupakan periode sejarah Indonesia yang ditandai dengan kekuasaan Presiden Soeharto selama 32 tahun. Selama masa ini, terjadi perkembangan politik dan sosial yang signifikan yang berdampak besar pada kehidupan masyarakat Indonesia.

Peristiwa Politik Penting

  • Pembentukan Golkar (1964)
  • Pemilu 1971 (yang dimenangkan Golkar)
  • Peristiwa Malari (1974)
  • Pemilu 1977 (yang kembali dimenangkan Golkar)
  • Pemilu 1982 (yang juga dimenangkan Golkar)
  • Pemilu 1987 (yang masih dimenangkan Golkar)
  • Pemilu 1992 (yang dimenangkan Golkar dengan 68% suara)
  • Pemilu 1997 (yang dimenangkan Golkar dengan 74% suara)

Dampak Sosial dan Budaya

Kebijakan Orde Baru membawa dampak yang signifikan pada kehidupan sosial dan budaya masyarakat Indonesia. Beberapa dampak tersebut antara lain:

  • Stabilitas politik dan keamanan
  • Pertumbuhan ekonomi yang pesat
  • Peningkatan infrastruktur dan layanan publik
  • Modernisasi dan urbanisasi
  • Penekanan pada nilai-nilai kekeluargaan dan gotong royong
  • Pembatasan kebebasan berpendapat dan berekspresi
  • Munculnya kesenjangan sosial dan ekonomi

Kejatuhan Orde Baru

jelaskan latar belakang orde baru

Masa Orde Baru, yang dipimpin oleh Presiden Soeharto, berakhir pada tahun 1998 setelah 32 tahun berkuasa. Kejatuhan rezim ini dipicu oleh kombinasi faktor, termasuk krisis ekonomi dan gerakan reformasi yang semakin kuat.

Faktor-Faktor Kejatuhan Orde Baru

* Krisis Ekonomi Asia 1997: Krisis ini berdampak parah pada Indonesia, menyebabkan devaluasi rupiah, inflasi yang tinggi, dan penutupan banyak bisnis.
* Korupsi dan Kolusi: Rezim Orde Baru ditandai dengan korupsi dan kolusi yang meluas, yang semakin mengikis kepercayaan masyarakat.
* Pembatasan Politik: Orde Baru membatasi kebebasan politik, termasuk kebebasan pers dan berkumpul. Hal ini menyebabkan ketidakpuasan dan protes yang meluas.

Peran Gerakan Reformasi

* Mahasiswa dan Aktivis: Mahasiswa dan aktivis memainkan peran penting dalam gerakan reformasi, mengorganisir protes dan menuntut perubahan politik.
* Media: Media, meskipun dibatasi, memainkan peran penting dalam menyebarkan informasi tentang protes dan tuntutan reformasi.
* Dukungan Militer: Pada tahap akhir, beberapa anggota militer menyatakan dukungannya terhadap gerakan reformasi, yang semakin melemahkan posisi Soeharto.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *