Perbedaan Karangan Argumentasi dan Persuasi

Pengertian Karangan

Karangan adalah bentuk tulisan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh. Karangan diartikan pula dengan rangkaian hasil pikiran atau ungkapan perasaan ke dalam bentuk tulisan yang teratur.

Tiap karangan disusun berdasarkan tema tertentu yang sebelumnya telah ditentukan oleh pengarang. Tiap paragraf karangan saling berhubungan dan mengandung gagasan utama serta gagasan penjelas.

Ciri – Ciri Karangan

Adapun Ciri Karangan Yang Baik

  • Jelas dan mudah dipahami pembaca.
  • Memiliki kesatuan yang baik, artinya setiap kalimat penjelasnya logis dan mendukung ide utama paragraf.
  • Memiliki organisasi yang baik, artinya setiap kaliamat tersusun dengan urut dan logis.
  • Efisien atau Ekonomis, keefisienan ini dibutuhkan pembaca agar lebih mudah menangkap isi dalam karangan.
  • Menggunakan bahasa yang mudah diterima dan dipahami pembaca.
  • Unsur-Unsur Karangan.

Adapun Unsur – Unsur Karangan

  • Gagasan/Ide, ini adalah pendapat atau pengetahuan penulis yang nantinya akan dituangkan dalam bentuk tulisan.
  • Tuturan, yaitu pengungkapan gagasan bentuk tertentu sehingga pembaca bisa memahami karangan tersebut.
  • Tatanan, yaitu penyusunan gagasan atau ide pengarang mengindahkan asas, aturan dan teknik menulisnya.
  • Wahana, yaitu pengantar dari gagasan tersebut berupa bahasa tulis yang berhubungan dengan kosa kata, gramatika dan retorika.

Pengertian Karangan Argumentasi

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, argumentasi berarti alasan yang digunakan untuk memperkuat atau memperlemah suatu gagasan atau pendapat.

Karangan argumentasi adalah karangan yang berisi pendapat-pendapat tentang suatu topik yang ingin disampaikan kepada pembaca.

Pendapat yang dikemukakan dapat berupa alasan, contoh atau bukti yang nyata. Karangan ini bertujukan untuk mempengaruhi pembaca agar memiliki pandangan atau pemikiran yang sama dengan penulis.

Karangan Argumentasi Menurut Para Ahli

Adapun pendapat mengenai pengertian karangan argumentasi menurut para ahli sebagai berikut :

  1. Menurut Finoza

Menurut Finoza (2008:243), karangan argumentasi adalah karangan yang bertujuan meyakinkan pembaca agar menerima atau mengambil suatu doktrin, sikap, dan tingkah laku tertentu.

  1. Menurut Aceng Hasani

Menurut Aceng Hasani (2005:43), bahwa karangan argumentasi adalah suatu jenis karangan yang berusaha mempengaruhi orang lain dengan cara menyajikan bukti-bukti sebagai penguat argumentasi yang dinyatakan secara

logis dan factual dengan tujuan pembaca atau pendengar tertarik dengan yang dikemukakan oleh penulis.

  1. Menurut Keraf

Menurut Keraf (1997:99) mengemukakan bahwa, argumentasi adalah suatu retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya percaya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan penulis atau pembicara.

Melalui argumentasi penulis berusaha merangkai fakta-fakta sedemikian rupa, sehingga ia mampu menunjukkan apakah suatu pendapat atau suatu hal tertentu itu benar atau tidak.

  1. Menurut Alwasilah

Menurut Alwasilah (2005:116) mengemukakan bahwa, argumentasi adalah karangan yang membuktikan kebenaran atau ketidakbenaran dari sebuah pernyataan (statement).

Menurutnya argumen tidak berarti pertengkaran. Dalam teks argumen penulis menggunakan berbagai strategi atau piranti retorika untuk meyakinkan pembaca ikhwal kebenaran atau ketidakbenaran itu.

  1. Menurut Kokasih

Menurut Kokasih (2003:27) karangan argumentasi adalah karangan yang bertujuan untuk membuktikan suatu kebenaran sehingga pembaca meyakini kebenaran itu.

Dapat disimpulkan dari beberapa ahli di atas bahwa, tujuan dari karangan argumentasi yaitu memberikan alasan, untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat.

Karangan argumentasi juga disebut sebagai karangan alasan yang bertujuan untuk meyakinkan atau membuktikan kepada pembaca agar pembaca percaya dan menerima suatu kebenaran, sehingga yakin akan kebenaran itu.

Ciri – Ciri Karangan Argumentasi

Agar dapat membedakan karangan argumentasi dan karangan lainnya, berikut beberapa ciri ciri karangan argumentasi:

  • Berisi kalimat yang meyakinkan pembaca tentang pendapat penulis.
  • Pendapat atau gagasan penulis dilengkapi dengan data, fakta, grafik, gambar, atau tabel.
  • Tidak memuat subjektivitas penulis.
  • Tidak memuat kalimat yang mengandung emosi penulis.
  • Memuat logika dan penalaran.

Ada 3 bagian utama dalam menyusun karangan argumentasi yaitu pendahuluan, tubuh argumen (berisi argumen penulis) dan kesimpulan.

Jenis Jenis Karangan Argumentasi

Berdasarkan cara pengembangannya, karangan argumentasi dibedakan menjadi dua yaitu karangan argumentasi sebab-akibat dan karangan argumentasi akibat-sebab.

Karangan Argumentasi Sebab-Akibat, karangan argumentasi sebab akibat berisi paragraf yang diawali dengan beberapa pendapat yang merupakan sebab.

Selanjutnya, berdasarkan pendapat tersebut kemudian dikerucutkan menjadi sebuah kesimpulan. Kesimpulan ini merupakan efek atau akibat dari sebab yang dipaparkan sebelumnya.

Karangan Argumentasi Akibat-Sebab, jenis karangan ini kebalikan dengan karangan argumentasi sebab-akibat. Karangan ini berisikan paragraf yang diawali dengan pendapat berupa akibat.

Kemudian pada bagian akhir dijabarkan penyebab yang menimbulkan akibat tersebut.

Langkah Penulisan Karangan Argumentasi

Berikut beberapa langkah yang digunakan dalam menyusun karangan argumentasi, yaitu :

  1. Menentukan Tema dan Topik

Tema dan topik adalah hal terpenting dalam setiap karangan, apapun jenis karangannya. Begitu juga ketika menyusun karangan argumentasi.

Penentuan tema dan topik karangan adalah hal pertama yang harus dilakukan. Tema dan topik ini akan menjadi langkah awal dalam menyusun argumen-argumen yang digunakan untuk mempengaruhi pembaca.

  1. Menyusun Kerangka Karangan

Kerangka karangan dibuat dengan memperhatikan jenis karangan argumentasi yang akan dibuat. Misalkan untuk karangan argumentasi sebab akibat, maka kerangka karangan ini berisi kumpulan sebab dan akibat (sebab – akibat ke1 – akibat ke2 – … – akibat ke-n).

Begitu juga untuk karangan argumentasi akibat-sebab, maka kerangkanya berisi kumpulan akibat dan sebab (akibat – sebab ke1 – sebab ke2 – … – sebab ke-n).

  1. Mengembangkan Kerangka Karangan

Pengembangan kerangka pada karangan argumentasi tidak jauh berbeda pada jenis karangan yang lain. Pengembangan karangan ini dilakukan untuk menyusun suatu karangan sehingga menjadi sebuah karangan utuh.

Untuk membuat antar paragraf saling berkaitan, maka penggunaan konjungsi sangat dibutuhkan, seperti oleh karena itu, dengan demikian, jadi, oleh sebab itu.

Hal yang tidak kalah penting dalam proses pengembangan kerangka adalah mengumpulkan informasi yang berupa fakta. Informasi ini digunakan untuk mendukung setiap pernyataan penulis agar pembaca merasa yakin.

  1. Menyunting Karangan

Langkah terakhir penulisan karangan adalah penyuntingan. Penyuntingan ini berguna untuk menghindari kesalahan dalam penulisan karangan.

Tahap penyuntingan dilakukan dengan membaca kembali hasil tulisan, yang mana pengerjaannya dapat dilakukan oleh penulis itu sendiri atau oleh orang lain.

Contoh Karangan Argumentasi

Berikut beberapa contoh karangan argumentasi :

  • Contoh Karangan Argumentasi Sebab-Akibat

Internet merupakan hasil teknologi canggih berupa jaringan komunikasi global yang memiliki dampak pada berbagai sendi kehidupan.

Adanya internet membawa pengaruh besar baik secara langsung maupun tidak langsung. Manfaat yang dibawa seiring perkembangan internet secara tidak langsung membuat manusia menjadi bergantung kepada internet.

Manfaat pertama yang dibawa internet adalah menambah wawasan dan pengetahuan. Melalui internet, kita dapat mengenal berbagai wawasan dan pengetahuan berbagai bidang dari seluruh dunia.

Masyarakat biasa menjadi mengetahui perkembangan berita terbaru hanya melalui internet. Manfaat kedua adalah internet menjadikan komunikasi menjadi lebih cepat.

Melalui internet, komunikasi dengan orang jarak jauh dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Bahkan komunikasi dengan orang di luar negeri pun menjadi hal yang sangat mungkin. Biaya yang dibutuhkan juga relatif murah.

Manfaat selanjutnya adalah kemudahan berbelanja di internet. Jika sebelumnya masyarakat harus keluar rumah untuk berbelanja, maka sekarang hanya tinggal duduk di rumah.

Memilih barang melalui internet, membayar melalui internet, dan menunggu barang dikirim ke rumah. Hal ini menjadi sangat bermanfaat bagi mereka yang tidak mempunyai waktu luang, atau bagi mereka yang sedang malas keluar rumah.

Manfaat lain adalah peran internet dalam dunia bisnis. Pelaku bisnis mulai menggunakan internet dalam menunjang kemajuan bisnis mereka.

Internet mereka gunakan untuk mempromosikan produk mereka. Hal ini sekarang terkenal dengan nama bisnis online. Dan manfaat yang diperoleh dari bisnis ini sangatlah banyak.

Internet memberikan banyak manfaat bagi manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Oleh karena itu, hendaklah kita sebagai manusia dapat secara bijak menggunakan internet untuk hal-hal yang positif.

  • Contoh Karangan Argumentasi Akibat-Sebab

Salah satu permasalahan klasik di Indonesia adalah tentang pengangguran. Dari tahun ke tahun, angka pengangguran justru cenderung meningkat.

Pemerintah selalu berjanji mengatasi permasalahan ini dengan mengumbat beragam strategi, akan tetapi belum terlihat dampak yang signifikan.

Tetapi mungkin kita perlu berhenti menunggu tindakan dari pemerintah. Kita harus bisa mengatasi pengangguran ini dari diri kita sendiri.

Faktor pertama yang berdampak pada tingkat pengangguran adalah masalah pendidikan. Tingkat pendidikan yang minim akan berdampak sangat besar dalam tingkat pengangguran.

Jika semakin banyak rakyat yang berpendidikan minim maka akan semakin tinggi pula tingkat pengangguran di Indonesia.

Setiap perusahaan tentunya ingin mempekerjakan individu yang berpendidikan tinggi. Pekerja dengan tingkat pendidikan tinggi tentunya akan berpengaruh besar terhadap kinerja dan laba yang didapatkan oleh perusahaan.

Faktor kedua adalah tentang keterampilan. Sebagian besar rakyat di Indonesia tidak dibekali dengan keterampilan yang cukup saat mereka di sekolah. Hal ini akan berdampak ketika merek turun di dunia kerja.

Selain tingkat pendidikan, keterampilan juga merupakan hal yang terpenting. Saat ini bahkan banyak perusahaan yang lebih menginginkan lulusan SMK yang kaya akan keterampilan dibandingkan dengan lulusan sarjana yang minim keterampilan.

Faktor selanjutnya adalah rendahnya kemauan berwirausaha. Sebagian besar masyarakat masih mempunyai ketakutan yang cukup tinggi untuk memulai berwirausaha.

Kebanyakan orang lebih suka bekerja dengan orang lain. Padahal kegiatan wirausaha sangat bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Perbedaan Karangan Argumentasi dan Persuasi

Ada kemiripan yang sekilas terlihat sama antara karangan argumentasi dengan karangan persuasi dan hampir tidak ada perbedaan.

Di kedua karangan tersebut mempunyai tujuan yang sama yaitu membujuk, mengajak atau mempengaruhi sang pembaca.

Namun, jika dillihat lebih teliti lagi, ada bagian yang menjadi pembeda dari kedua karangan tersebut. Untuk menentukan perbedaan kedua karangan ini, berikut saya sajikan dalam bentuk tabel.

NoArgumentasiPersuasi
1Bertujuan untuk mempengaruhi pembaca, sehingga akhirnya mereka menyetujui bahwa pendapat yang dikemukakan benar.Bertujuan mempengaruhi pembaca agar melakukan sesuatu.
2Menyertakan alasan dan bukti , agar pembaca yakin bahwa gagasan atau informasi dari penulis benar.Untuk mencapai tujuan  penulis, ia tidak menggunakan bentuk paksaan, melainkan menggunakan upaya untuk merangsang pembaca agar mengambil keputusan sesuai kemauan sang penulis, dengan menyajikan bukti dan alasan.
3Di dalamnya disertakan bukti-bukti yang kuat.Di dalamnya disertakan alasan yang bersifat motorik.
4Dalam paparan disertai dengan grafik, statistik dan lain-lain untuk membuktikan persuasi.Dalam paparan hanya disertai alasan penulis untuk mempengaruhi, meskipun data berupa bukti hanya sedikit.

Pada tabel diatas menunjukan beberapa perbedaan dari karangan argumentasi dan persuasi. Sedikit sulit untuk  membedakan kedua karangan tersebut.

Namun, jika dibandingkan dengan karangannya langsung, akan lebih mudah untuk membedakannya. Berikut contoh dari karangan argumentasi dan persuasi.

  • Contoh Karangan Argumentasi

Kebiasaan merokok sudah mengakar di masyarakat kita. Padahal sudah banyak sekali korban yang meninggal akibat merokok. Menurut data Kementrian Kesehatan, setiap 10 menit sekali ada orang yang meninggal diakibatkan rokok.

Tentu angka tersebut bukanlah angka yang sedikit. Bila dilihat memang efek rokok pada tubuh tidak dapat langsung dirasakan oleh perokok. Namun, butuh waktu yang cukup lama untuk melihat efek rokok pada tubuh.

Menurut Dr. Ari Wibowo, asap yang dihisap oleh perokok secara perlahan akan menggerogoti organ pernafasan mereka. Seperti paru-paru, tenggorokan, dan lain-lainnya.

Sehingga bila dibiarkan terlalu lama dapat menyebabkan penyakit, seperti serangan jantung, bronkitis, dan gangguan kehamilan. Semakin sering menghisap asap rokok, maka akan semakin cepat proses tersebut.

  • Contoh Karangan Persuasi

Jalan kaki adalah bagian dari membiasakan hidup sehat tanpa melakukan olahraga yang berat, tetapi masih banyak orang yang meragukan manfaat dari jalan kaki di kehidupan sehari-hari.

Padahal bagi sebagian orang jalan kaki menjadi kebiasaan atau rutinitas tertentu, misalnya jalan dari rumah ke depan komplek, atau jalan dari rumah ke sekolah, ke tempat kerja, ke kampus, ke warung, dan sebagainya.

Olahraga yang ringan ini memiliki sejumlah manfaat yang baik bagi tubuh kita, bahkan menurut salah satu penelitian berjalan kaki selama 30 menit setiap harinya bisa menurunkan resiko penyakit jantung sebanyak 40%.

Hal ini disebabkan dengan berjalan kaki maka detak jantung kita akan lebih cepat berdetak lebih kencang dari biasanya sehingga jantung pun menjadi lebih kuat dan sirkulasi darah bisa meningkat dengan baik.

Bukan hanya itu, ternyata berjalan kaki dapat menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh karena berjalan kaki menuntut orang untuk bergerak secara konstan yang mengakibatkan jumlah lemak dan kolesterol pun berkurang.

Maka, biasakanlah kegiatan berjalan kaki ini setiap hari minimal selama 30 menit agar tubuh menjadi lebih sehat dan terhindar dari segala penyakit.

Demikian pembahasan dari kami tentang Ciri dan Jenis Karangan Argumentasi Secara lengkap dan jelas, semoga bermanfaat jangan lupa di share sobat Guruips.Co.iD