Pengertian Reboisasi dan Penghijauan

Pengertian Reboisasi dan Penghijauan

“Reboisasi merupakan kegiatan penghutanan kembali kawasan hutan bekas tebangan maupun lahan-lahan kosong yang terdapat di dalam kawasan hutan” (Manan, 1978) “Reboisasi meliputi kegiatan permudaan pohon, penanaman jenis pohon lainnya di area hutan negara dan area lain sesuai rencana tata guna lahan yang diperuntukkan sebagai hutan.

Dengan demikian, membangun hutan baru pada area bekas tebang habis, bekas tebang pilih, atau pada lahan kosong lain yang terdapat di dalam kawasan hutan termasuk reboisasi” (Kadri dkk, 1992).

jadi, reboisasi adalah membangun hutan baru atau penanaman kembali kawasan hutan bekas tebangan maupun lahan-lahan kosong yang terdapat di dalam kawasan hutan.

Penghijauan merupakan kegiatan penanaman pada lahan kosong di luar kawasan hutan,terutama pada tanah milik rakyat dengan tumbuhan keras,misalnya jenis-jenis pohon hutan,pohon buah, tumbuhan perkebunan.

Tumbuhan penguat teras,tumbuhan pupuk hijau dan rumput pakan ternak. Tujuan penanaman agar lahan tersebut dapat di pulihkan,di pertahankan dan di tingkatkan kembali kesuburannya.

Upaya yang termasuk dalam rangkaian kegiatan penghijauan yang telah di sebutkan berupa pembuatan bangunan pencegah erosi tanah misalnya pembuatan sengkedan (terassering) dan bendungan yang di lakukan pada area di luar kawasan hutan.

Jadi penghijauan adalah kegiatan  penanaman pada lahan kosong di luar kawasan hutan serta pembuatan bangunan pencegah erosi tanah dengan tujuan agar lahan tersebut dapat di pulihkan, dipertahankan dan ditingkatkan kembali kesuburannya.

Sebab-Sebab Melakukan Reboisasi dan Penghijauan

  1. Melestarikan Sumber Daya Alam

Unsur tata lingkungan bofisik  yang nyata dan berpotensi untuk memenuhi ketuhan manusia demi mempertahankan kelangsungan hiduppnya. maka tindakan eksploitasi harus di sertaidengan norma-norma pemanfaatan dan pelestarian sumber daya alam.

  1. Pencemaran Lingkungan

Pencemaran lingkungan hidup harus menjadi perhatian  yang serius di era saat ini,meningkatnya kegiatan industri seperti pertambangan telah banyak mengganggu ekosistem hidup.maka dari itu kita harus melakukan reboisasi

  1. Untuk meningkatkan sumber daya alam dan melestarikannya

  2. Untuk melstarikan hutan dan mencegah adanya banjir.

Fungsi Reboisasi dan Penghijauan

  • Penghasil Kayu Bangunan

Dihutan tumbuhan beraneka spesies pohon yang menghasilkan kayu dengan berbagai kualitas dan ukuran yang dapat digunakan untuk bahan bangunan.

  • Cadangan Karbon

Salah satu fungsii hutan yang penting adalah sebagai cadangan karbon dialam karna karbon disimpan dalam bentuk biomassa vegetasinya.

  • Habitat Bagi Fauna

Konversi hutan menjadi bentuk penggunaan lahan lainnya akan menurunkan populasi flora dan fauna yang sensitif.

  • Lahan

Hutan menempati ruang dalam bumi yang terdiri dari komponen tanah, hidrologi, udara atau atmosfer, iklim yang dinamakan lahan.

Langkah – Langkah Reboisasi

Luas lahan hutan di Indonesia adalah 140,3 juta ha dan merupakan salah satu hutan hujan tropis di dunia. Namun jumlah ini terus berkurang setiap tahun akibat terjadi banyaknya penebngan liar.

Aktivitas pertambangan dan perladangan berpindah menurut FAQ, laju kerusakan hutan di Indonesia mencapai 1.315.000 ha pertahun atau setiap tahunnya luas area hutan berkurang berkisar 1%.

Daerah –daerah yang paling cepat kerusakan hutannya adalah Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan  sebagian di pulau jawa.

Kondisi hutan yang rusak dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan bumi untuk mengolah karbondioksida menjadi oksigen. Selain itu,hutan yang kehilangan sebagian besar vegetasinya dapat menyebabkan erosi yang terjadi terus-menerus sehingga kehilangan kesuburannya.

Kerusakan hutan juga menyebabkan ketidak seimbangan alam dan hewan kehilangan habitatnya. Reboisasi di perlukan dalam upaya mengatasi kerusakn hutan.

Dengan dilakukannya reboisasi hutan akan kembalimendapatkan vegetasinya, menciptakan kondisi udara yang sejuk serta mencegah berbagai dampak buruk yang yang di timbulkan oleh kerusakan hutan.

Berikut ini adalah beberapa langkah dalam mewujudkan upaya reboisasi

  1. Persiapan,meliputi penentuan lokasi sasran reboisasi,penyiapan organisasi pelaksana,penyusunan tata waktu kegiatan dan embagian kerja,membersihkan area reboisasi dari konflik agar penanaman dapat berjalan lancar melaluisosialisasi rencana penanaman,menyiapkan bahan dan alat pengukuran(GSP/alat ukur theodolit,kompas,altimeter dan lain-lain)serta menentukan pola tanam.
  2. Membuat lubang untuk tanaman sesuai pola tanam dan menyiapkan pupuk dasar.
  3. Bibit tanaman harus dalam keadaan sehat dan memenuhi standar dan terlebih dahulu di tanam di tempat penampungan semenatra.Tanaman dapat di gunakan untuk reboisasi antara lain sebagai berikut:
  • Jati (Tectona grandis)
  • Jelutung (Dyera costulata)
  • Jabon (Anthocepalus cadamba)
  • Sungkai (Peronema cannescens)
  • Meranti (Shore sp)
  • Kemiri (Aleurites molucua)
  • Tusam/Pinus (Pinus merkusii)
  • Balsa (Ochroma sp)
  1. Bibit tanaman di lepas dari tempat penampung sementara kemudian di pindahkan ke lubang yang telah di buat serta di beri pupuk
  2. Melaksanakan pemeliharaan tanaman yang intensif untuk membersihkan area tanaman dari tanaman yang mudah di bakar.
  3. Melaksanakan pengawsan secara periodik untuk mendeteksibahaya kebakaran secara dini agar dapat di ambil tindakan yang tepat.
  4. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengamanan hutan antara lain melalui kegiatan penerangan dan penyuluhan.

Langkah – Langkah penghijauan

Selain di hutan tumbuhan hijau juga mempunyai peran yang sangat pentingdi luar kawasan hutan. Tumbuhan hijau sebagaiprodusen utama oksigenyang di butuhkan oleh lingkungan sekitar kita.

Tumbuhan hijau selain berperan dalam kehidupan dan kesehatan lingkungan secara fisik,juga berperan dalam estetika dan kesehatan jiwa.

Untuk menangani krisis lingkungan terutama di perkotaan maka di perlukan perencanaan dan penanaman tumbuhan hijau untuk penghijauan secara konseptual.

Penghijauan di lakukan untuk memulihkan,memelihara dan meningkatkan kondisi lahan agar dapat berproduksi dan berfungsi secara optimal baik sebagai pengatur tata air atau pelindung lingkungan.

Berikut ini adalah beberapa langkahdalam mewujudkan upaya penghijauan.

  1. Upaya penghijauandapat di mulai dari lingkungan sekitar kita seperti halaman rumah.Kita dapat memanfaatkan halaman yang ada untuk di tanami dengan tumbuhan hijau.misalnya tanaman hias.tanman obat dan tanaman berkulit keras.Lahan di sekitar kita seperti komplek rumah juga dapat kita manfaatkan untuk penghijauan dengan mananam tanaman yang serupa
  2. Penanaman tumbuhan hijau yang bermanfaat di halaman rumah dapat kita di kembangkan menjadi kebun mini yang terdiri dari tanaman sayur dan buah (warung hidup) serta tanaman obat (apotek hidup).dengan mengembangkan kebun mini di halaman rumah kita dapat menghemat pengeluaran anggaran rumah tangga sehingga menjauhkan kita dari sifat konsumtif.
  3. Teknik penanaman hidro ponik dapat menjadi solusi penghijauan selanjutnya apabila lahan yang kita punya tidak cukup memadai untuk di tanami tumbuhan hijau.Teknik penanaman hidro ponik adalah teknik menanam tanpa menggunakan tanah,melainkan menggunakan benda lain seperti serabut kelapa yang di beri unsur hara yang di butuhkan oleh tumbuhan hijau.
  4. Penghijauan di lingkungan sekolah juga sangat di butuhkan.Kondisi udara yang sejuk, nyaman dan segar di lingkungan sekolah dapat mengoptmalkan proses belajar dan mengajar siswa.Penerapan penghijauan lingkungan sekitar harus di terapkan kepada siswa sejak dini dmi terwujudnya generasi yang perduli terhadap lingkungan.sekolah adalah tempat yang tepat untuk menerapkan pentingnya penghijauan kepada siswa laain di rumah.
  5. Pembuatan taman kota serta hutan kota dapat mengoptimalkan upaya penghijauan,tentunya dengan partisipasi masyarakat.Keberadaan taman kota serta hutan kota juga dapat mengurangi tingkat polusi udara serta dapat menjadi sarana rekreasi bagi masyarakat.
  6. Disiplin membuang sampah pada tempatnya dapat mendukung upaya penghijauan.Lingkungan yang kita tanami oleh tumbuhan-tumbuhan hijau tentunya tidak boleh tecemari oleh limbah maupun sampah,karena dapat menimbulkan pemandangan yang tidak sedap.Kepedulian masyarakat sangat di butuhkan dalam masalah ini Apabila masyarakat dengan sadar tidak membuang sampah sembarangan.tentu dampak positifnya juga di rasakan oleh masyarakat itu sendiri
  7. Upaya penghijauan harus mendapatkan dukungan dari pemerintah serta kerja sama masyarakat dengan pemerintah demi terciptanya lingkungan hidup yang diidamkam dan menyejahterakan masyarakat.

Manfaat Reboisasi dan Penghijauan

Manfaat reboisasi dan penghijauan di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Manfaat Orologis

Manfaat orologis.akar pohon dengan tanah merupakan satu kesatuan yang kuat sehingga mampu mencegah erosi.

  • Manfaat Hidrologis

Manfaat hidrologis.Tanaman-tanaman pada dasarnya akan menyerap air hujan,sehingga suatu daerah yang ditumbuhi banyak tanaman yang mempunyai persediaan air yang mencukupi.

  • Manfaat Klimatologis

Manfaat klimatologis.Dengan banyak pohon akan menurunkan suhu setempat,sehingga udara di sekitarnya menjadi sejuk,segar dan nyaman.

  • Manfaat Edaphis

Manfaat edaphis.Ini adalah manfaat dalam kaitan dengan tempat hidup binatang.di lingkungan yang penuh dengan pohon-pohon,secara alami satwa dapat hidup dengan tenang karena lingkungan demikian sangat mendukung.

  • Manfaat Ekologis

Manfaat ekologis.Lingkungan yang baik adalah lingkungan yang seimbang antara struktur buatan manusia dan struktur alam.

Kelompok pohon atau tanaman,air dan binatang adalah bagian dari alam yang dapat memberikan keseimbangan pada lingkungan.

  • Manfaat Protektif

Manfaat protektif.Pohon dapat memberikan perlindungan,misalnya terhadap teriknya sinar matahari,angin kencang,penahan debu serta peredam suara.

  • Manfaat Higienis

Manfaat higienis.sudah menjadi sifat pohon pada siang hari menghasilkan oksigen (O2) yang sangat di perlukan oleh manusia,dan sebaliknya dapat menyerap karbon dioksida (CO2) . jadi secara higienis,pohon sangat berguna bagi kehidupan manusia.

  • Manfaat Educatif

Manfaat educatif. Berbagai macam jenis pohon yang di tanam di lingkungan sekitar merupakan laboratorium alam,karena dapat di manfaatkan sebagai tempat belajar mengenal tanaman dan berbagai aspeknya.

Jenis – Jenis Reboisasi dan Penghijauan

  1. Hutan Lindung

Hutan lindung adalah hutan yang perlu dibina dan dipertahankan sebagai hutan dengan penutupan vegetasi secara tetap untuk kepentingan hidrologi.

  1. Hutan Suaka Alam

Hutan suaka alam adalah hutan yang perlu dipertahankan dan dibina keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa

  1. Hutan Wisata

Hutan wisata adalah hutan yang dipertahankan dengan maksud untuk mengembangkan pendidikan dan rekreasi.

  1. Hutan Konversasi

Hutan konversasi adalah hutan yang dipertahankan untuk keberadaan keanekaragaman jenis plasma nutfah dan tempat hidup dan kehidupan satwa tertentu

  1. Hutan Produksi

Hutan produksi adalah kawasan hutan yang diperuntukkan sebagai kebutuhan perluasan, pengembangan wilayah sebagai kebutuhan perluasan, pengembangan wilayah misalnya transmigrasi pertanian dan perkebunan.

Faktor Yang Perlu Diperhatikan Dalam Reboisasi dan Penghijauan

Faktor-faktor utama yang perlu diperhatikan yaitu dalam teknik penanaman pohon adalah Pemilihan bibit tanaman. Bibit generatif adalah berasal dan biji, merupakan bibit yang lebih tepat karena mempunyai akar tunggang dan dapat hidup lebih lama.

dibanding bibit vegetatif atau bibit yang berasal dari bagian-baqian vegetatif tanaman, seperti batang, daun dan akar. Bibit vegetatif umumnya kurang kokoh dan perakarannya dangkal sehingga cepat merusak trotoar, jalan atau saluran drainase.

Tehnik Penanaman: Lubang tanam perlu dipersiapkan sedikitnya satu minggu sebelum penanaman dilakukan. Ukuran lubang tanam sangat bergantung pada besamya tanaman.

Ukuran standar lubang tanam adalah 0.75 m (tinggi) x 0.90 m (lebar) x 0.90 m (panjang); (3) Perawatan pascatanam.

Mempertahankan posisi tumbuh agar tetap tegak dan stabil. Menyiram tanaman 2-3 hari sekali terutama di musim kemarau sambil membuang ranting-ranting yang kering.  Memupuk tanaman 3 bulan sekali dengan pupuk NPK 25 gram per lubang.

Terdapat 2 faktor yang mendukung keberhasilan Reboisasi yaitu:

  1. Faktor yang mendukung Keberhasilan Reboisasi

  • Perencaan yang optimal
  • Penentuan lokasi dan luas area
  • Penyesuaian jenis tanaman

Perencanaan yang optimal meliputi:

  • Target luas(letak/lokasi,peta kerja skala 1;10.000 atau 1:20.000)
  • Jenis dan jumlah tanaman untuk pemeliharaan T+1 dan T+2
  • Pembiayaan (di tuamgkan dalam anggaran biaya)
  • Ketersediaan dan kebutuhan tenaga kerja
  • Pengangkutan bibit(termasuk mekanisme/prosese pengangkutan bibit dari tempat pembibitan-penampunngansementara-lokasi penanaman)
  • Organisasi pelaksanaan pembuatan tanaman
  • Pemasangan ajir pada areal(lubang) tanaman yang telah di buat sesuai penyebaran tanaman
  • Model rehabilitasi dapat di laksanakan melalui pola cemplongan /piringan jalur dll

Contoh penyesuaian jenis tanaman reboisasi jenis tanaman kehutanan yang sudah di tanam pada proyek reboisasi  di hutan adalah albizia falcataria, Palaquium sp, Caliandra sp dll

  1. Faktor Penghambat

  • Lingkungan yang kurang baik
  • Ketidaksesuaian jenis tanaman yang akan ditanam
  • Hama dan penyakit
  • Ketersediaan bibit
  • Waktu penanaman yng tidak tepat

Demikian pembahasan dari kami tentang Reboisasi : Jenis, Fungsi dan Manfaat secara lengkap dan jelas, semoga bermanfaat jangan lupa di share sobat Guruips.Co.iD