Ciri Basidiomycota

Pengertian Basidiomycota

Basidiomycota adalah takson dengan Kingdom Fungi yang termasuk spesies yang memproduksi spora dalam bentuk kubus yang disebut basidium. Secara esensial grup Ascomycota, mempunya 22,300 spesies.

Basidimycotina mempunyai bentuk uniseluler dan multiseluler dan dapat bereproduksi secara generatif dan vegetatif.

Habitat mereka ada di terrestrial dan akuatik dan bisa dikarakteristikan dengan melihat basidia, mempunyai dikaryon. (Anonimmous, 2014).

Ciri – Ciri Basidiomycota

  1. Umumnya anggota basidiomycota berukuran makroskopis.
  2. Hyfanya bersekat.
  3. Memiliki tubuh buah (basidiokarp) berbentuk panjang, lembaran – lembaran yang berliku – liku atau bulat.
  4. Hidupnya saprofit, parasit, dan mutualisme.
  5. Perkembangbiakan secara aseksual (vegetatif) biasa dilakukan dengan konidium, pertunasan dan fragmentasi miselium dan secara seksual dengan basidiospora yang dibentuk oleh basidium.
  6. Miselia dikariotik berumur panjang.
  7. Memiliki tahapan diploid sementara.
  8. Habitat jamur yang saprofit pada sisa-sisa makhluk hidup misalnya serasah daun di tanah, merang padi dan pohon yang mati. Sedangkan jamur yang bersifat parasit hidup pada organisme inangnya seperti tumbuhan dan manusia. Jenis lainnya ada yang bersimbiosis dengan akar tumbuhan membentuk mikoriza. (Rudini, 2010).

Struktur dan Bentuk Tubuh Basidiomycota

Struktur morfologisnya yaitu sebagai berikut :

  • Tudung (pileus), merupakan bagian yang ditopang oleh stipe dan di bagian bawahnya mengandung bilah-bilah. Pada jamur muda, pileus dibungkus oleh selaput (vileum universal) dan menjelang dewasa pembungkus tersebut akan pecah.
  • Bilah (lamella/gills), merupakan bagian di bawah tudung berbentuk helaian berbilah-bilah.
  • Tangkai tubuh buah (stipe) merupakan massa miselium yang sangat kompak dan tumbuh tegak
  • Cincin atau Annulus, merupakan bagian yang melingkari tangkai yang berbentuk seperti cincin.
  • Volva, merupakan bagian sisa pembungkus yang terdapat pada dasar tangkai. (Widayati, 2011)

Basidiomycota adalah jamur multiseluler yang hifanya bersekat. Hifa Basidiomycota memiliki sekat melintang, berinti satu (monokaiotik) atau dua (dikariotik). Miseliumnya berada pada substrat. Dari hifa dikariotik dapat muncul tubuh buah berbentuk payung atau bentuk lain yang menjulang di atas substrat. (Supomo, 2007: 54).

Habitat Basidiomycota

Jamur Basidiomycotina umumnya hidup sebagai saprofit pada sisa-sisa makhluk hidup, misalnya serasah daun di tanah, merang padi, dan batang pohon mati.

Jamur yang parasit hidup pada organisme inangnya, misalnya tumbuhan dan manusia. Jenis lainnya ada yang bersimbiosis dengan akar tumbuhan membentuk mikoriza. (Rudini, 2010)

Reproduksi Basidiomycota

Reproduksi jamur ini terjadi secara aseksual maupun seksual. Reproduksi aseksual yaitu dengan cara membentuk spora konidia.

Seperti Zygomycotina dan Ascomycotina, reproduksi seksual Basidiomycotina terjadi melalui perkawinan antara hifa yang berbeda jenis menghasilkan spora seksual (spora generative), yaitu spora basidium (basidiospora).

Tahapan reproduksi seksual pada Basidiomycotina adalah sebagai berikut:

Penjelasan :

  • Hifa (+) dan hifa (-) yang berinti haploid (n) berkecambah dari basidiospora. Kedua hifa ini saling bersinggungan.
  • Plasmogami terjadi antara hifa (+) dan hifa (-) sehingga inti salah satu hifa pindah ke hifa lainnya membentuk hifa dengan dua inti haploid (n) yang berpasangan (dikariotik).
  • Hifa haploid dikariotik akan tumbuh menjadi miselium haploid dikariotik.
  • Miselium dikariotik tumbuh dan membentuk badan buah yang disebut basidiokarp.
  • Pada ujung-ujung hifa basidiokarp terjadi kariogami sehingga membentuk basidium yang berinti diploid (2n).
  • Inti diploid dalam basidium akan membelah secara meioisis menjadi empat inti yang haploid (n).
  • Basidium membentuk empat tonjolan yang disebut sterigma pada ujungnya.
  • Satu inti haploid pada basidium kemudian masuk ke dalam salah satu sterigma dan berkembang menjadi basidiospora.
  • Jika basidiospora terlepas dari basidium dan jatuh pada tempat yang sesuai, akan tumbuh menjadi hifa yang haploid. (Rudini, 2010).

Klasifikasi Basidiomycota

Filum basidiomycota dibagi ke dalam tiga kelompok utama, yaitu :

  • Urediniomycetes.
  • Hymenomycetes.
  • Ustilaginomycetes.

Jamur Basidiomycota dibagi menjadi Homobasidimycotina (jamur yang sebenarnya) dan Heterobasidiomycetes. Sedangkan Homobasidimycotina dibagi menjadi 3 subclass yaitu :

  1. Hymenomycetes

Merupakan kelas terbesar dari Basidiomycota. Menghasilkan spora pada permukaan terbuka–melepaskan spora secara bertahap melalui struktur seperti pori-pori atau insang. Contoh:  Agaricales, dan Aphyllophorales.

  1. Gasteromycetes

Menghasilkan spora pada permukaan tersembunyi, spora dilepaskan sesaat setelah penutupnya pecah. jamur ini menghasilkan basidiospores dalam basidiomata mereka, dimana spora benar-benar tertutup atau setidaknya merupakan bagian dari perkembangan mereka.

Morfologi gasteroid basidioma telah berevolusi beberapa kali dalam basidiomycetes. Contoh: puffball dan earthstar Orde Lycoperdales dan dua stinkhorns dari Orde Phalales.

  1. Heterobasidiomcetae

Menghasilkan spora di ujung benang mencolok. Mekanisme perkembangan jamur terus berlanjut untuk menjamin pembebasan spora yang efisien. Contoh: Jeli Jamur.

Beberapa contoh spesies dari Divisi Basidiomycota, antara lain:

  • Puccinia graminis.
  • Jamur Merang (Volcariella volvacea).
  • Ustilago maydis.
  • Jamur Kuping.
  • Amanita muscaria. (Febricha, 2012)

Peran Basidiomycota

Peranan basidiomycota di bagi menjadi 2, baik yang menguntungkan atau yang merugikan, diantaranya sebagai berikut ini :

Peran Basidiomycota yang menguntungkan

Beberapa contoh  basidiomycota sebagai bahan makanan dan obat (edible mushroom)

  • Jamur Tiram atau Hiratake (Pleurotus sp.)

Jamur tiram atau hiratake (Pleurotus sp.), sebagai bahan dasar masakan dan      makanan ringan. Sumber protein nabati yang tidak mengandung kolesterol dan mencegah timbulnya penyakit darah tinggi dan jantung, mengurangi berat badan dan diabetes.

Kandungan asam folatnya (vit. B-komplek) tinggi dan dapat menyembuhkan anemia dan obat anti tumor, mencegah dan menanggulangi kekurangan gizi dan pengobatan kekurangan zat besi.

  • Jamur Kancing atau Champignon (Agaricus Bisporus)

Jamur kancing atau champignon (Agaricus bisporus), Jamur kancing segar bebas lemak, bebas sodium, serta kaya vitamin dan mineral, seperti vitamin B dan potasium.  Jamur kancing juga rendah kalori, 5 buah jamur ukuran sedang sama dengan 20 kalori.

Selain sebagai sumber protein nabati, juga dapat mengurangi resiko penyumbatan pembuluh darah koroner pada penderita penyakit hipertensi dan jantung akibat kolesterol.

Jamur ini juga dimanfaatkan sebagai bahan baku kosmetik dan formula obat penghalus kulit. Jamur kancing dimasak utuh atau dipotong-potong lebih dulu.

Jamur kancing cepat berubah warna menjadi kecoklatan dan hilang aromanya setelah dipotong dan dibiarkan di udara terbuka. Jamur kancing segar sebaiknya cepat dimasak selagi masih belum berubah warna.

  • Jamur Merang (Volvariella Volvaceae)

Jamur merang (Volvariella volvaceae) Sebagai bahan dasar masakan dan makanan ringan. Kandungan antibiotiknya berguna untuk pencegahan penyakit anemia, menurunkan darah tinggi dan pencegahan penyakit kanker.

Eritadenin dalam jamur merang dikenal sebagai penawar racun.

  • Jamur Kuping (Auricularia Auricular)

Jamur kuping (Auricularia auricular) jamur kuping, kuah jamur kuping,dsb. Lendir yang terkandung di dalamnya berkhasiat untuk menetralkan senyawa berbahaya (beracun) yang terdapat di dalam bahan makanan, membuat sirkulasi darah lebih bebas be), Jamur yang banyak dipakai untuk masakan.

Dapat dibuat sebagai sari buah dan rgerak dalam pembuluh jantung, dan di Inggris digunakan sebagai obat sakit tenggorokan.

Jamur kuping bisa mengurangi dahak, memperkuat energi bermanfaat bagi kecerdasan, menghilangkan kekeringan mengkuatkan tubuh, menyuburkan rambut, melancarkan darah, merawat lambung, dan yang lebih penting dapat menyapu bersih aneka macam sampah beracun di dalam tubuh .

  • Jamur Ling Zhi (Ganoderma Lucidum)

Dari 80 spesies Ganoderma di dunia yang telah diketahui berkhasiat obat, hanya spesies Ganoderma lucidum yang paling banyak dan populer digunakan sebagai obat karena mengandung bahan aktif berupa germanium organik hingga mencapai 2000 ppm dan polisakarida.

Kedua zat (Germanium organik dan polisakarida) aktif dan kombinasinya hanya ditemukan pada jamur Ling-zhi. Germanium organik (GE+32) merupakan unsur kimia yang dapat larut dalam air, memiliki sifat semi konduktor netral dan mudah bersatu dengan elektron dan substansi lain.

GE juga termasuk semacam oksida sekui (bentuk dari suatu kombinasi oksida) yang memungkinkan logam berat dalam tubuh diikat dan dikeluarkan dalam waktu 20 jam.

Kandungan germanium organik pada Ling-zhi antara 800-2000 ppm, berarti lebih tinggidibandingkan ginseng (GE hanya 250-320 ppm) yang selama ini populer di masyarakat sebagai obat unggul. Ling zhi memiliki sifat rasa pedas, pahit, dan hangat.

Mengonsumsi ramuan dari ling zhi memiliki efek bersifat melindungi organ tubuh, membangun (constructive), mengobati, dan berdampak positif terhadap penyembuhan organ lain yang sakit. Sejauh ini belum pernah ditemukan efek negatif yang ditimbulkan setelah mengonsumsi ramuan ling zhi.

  1. Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit
  2. Menjaga dan mempertahankan vitalitas tubuh sehingga tetap sehat dan bugar
  3. Meningkatkan dan memelihara proses metabolism tubuh
  4. Membersihkan senyawa-senyawa yang bersifat toksin dari dalam tubuh
  5. Menurunkan kandungan gula dan kolesterol dalam darah
  6. memperkuat kerja jantung.
  7. Herbal anti-diabetes, anti-hipertensi, anti-alergi, antioksidan, anti-[inflamasi], anti-hepatitis, analgesik, anti-HIV, serta perlindungan terhadap liver, ginjal, hemoroid atau wasir, anti-tumor, dan sistem imunitas (kekebalan tubuh).
  • Jamur Shiitake (Lentinus Edodes)

Jamur shiitake (Lentinus edodes), jamur ini biasa digunakan sebagai bahan makanan. Spora Shiitake dikenal dapat meredakan efek serangan influenza, menghambat pertumbuhan sel kanker, leukemia dan rheumatik.

Enzim-enzim yang terkandung di dalam jamur dapat memproduksi asam amino tertentu yang mampu mengurangi kadar kolesterol dan menurunkan tekanan darah, dapat menghambat pertumbuhan sel virus, dan lain-lain.

  • Jamur Enokitake (Flammulina Velutipes)

Jamur enokitake (Flammulina velutipes), dikenal juga sebagai jamur musim dingin (winter mushroom)

  • Jamur Maitake (Grifola Frondosa)

Jamur maitake (Grifola frondosa), mengeluarkan aroma harum kalau dimasak, dikenal dalam bahasa Inggris sebagai hen of the woods.

  • Jamur Matsutake (Tricholoma Matsutake)

Jamur matsutake (Tricholoma matsutake), jamur langka yang belum berhasil dibudidayakan dan diburu di hutan pinus wilayah beriklim sejuk.

Basidiomycota yang Merugikan

Tidak semua basidiomycota menguntungkan, ada pula yang merugikan, antara lain :

  • Puccina Graminis atau Jamur Karat

Jamur ini termasuk Ordo Uredinales (Rust Fungi). Jamur ini tidak mempunyai basidiokarp. Hidup parasit pada rumput, gandum, murbei, dan lain-lain.

Miselium jamur ini tidak menelusup jauh dari tempat infeksinya dan membentuk bercak seperti karat, sehingga disebut jamur karat

  • Ustilago Maydis

Ustilago maydis adalah cendawan penyebab penyakit gosong bengkak pada jagung (corn smut). Cendawan ini merupakan dimorfik, artinya dalam siklus hidupnya dapat terjadi dua bentuk, yaitu membentuk sel khamir dan membentuk miselium. U.

maydis umumnya menyerang tongkol jagung dengan masuk ke dalam biji dan menyebabkan pembengkakan serta terbentuknya kelenjar. Pembengkakan akan mengakibatkan kelobot rusak dan kelenjar pecah hingga spora

  • Amanita Muscaria

Jamur ini adalah jamur beracun yang termasuk ke dalam golongan basidiomycota. Jamur ini memiliki warna yang bervariasi, mulai dari merah terang, jingga, kuning, hingga putih. A.

muscaria dapat ditemukan di berbagai daerah di seluruh dunia karena jamur ini mampu tumbuh di berbagai suhu, mulai dari suhu dingin seperti di kutub hingga daerah tropis sekalipun.

Namun, ciri khas dari jamur ini adalah adanya bercak-bercak putih di bagian kepala. A. muscaria memang terkenal sangat beracun karena dalam 2-3 jam setelah menghirup jamur ini dapat terjadi diare, vertigo, koma, muntah, dan beberapa efek lainnya.

Pada bagian tubuh buah dari jamur ini, terdapat senyawa asam ibotenat dan muscimol yang bersifat halusinogen dan psikoaktif. Senyawa tersebut dapat mempercepat mengganggu sistem saraf, denyut jantung, mulut kering dan halusinasi.

Demikian pembahasan dari kami tentang Basidiomycota : Pengertian, Ciri, Habitat, Reproduksi dan Peranan secara lengkap dan jelas, semoga bermanfaat jangan lupa di share sobat guruips.co.id