Pola Perilaku Konsumen Kegiatan Ekonomi

Pola Perilaku Konsumen Kegiatan Ekonomi

Penilaian seseorang terhadap suatu barang akan memengaruhi pola perilakunya dalam berkonsumsi, Berikut penjelasan dari kami tentang Pola Perilaku Konsumen Kegiatan Ekonomi  Secara Lengkap, simak artikel kami di bawah ini :

Pengertian dan Tujuan Konsumsi

Pengertian Konsumsi

Dalam pengertian ekonomi, konsumsi diartikan sebagai kegiatan manusia mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatu barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan, baik secara berangsur-angsur maupun sekaligus habis. Pihak yang melakukan konsumsi disebut konsumen.

Baca Juga : Bentuk Konflik Sosial dan Pengertiannya Secara Lengkap


Tujuan Konsumsi

Kegiatan konsumsi yang dilakukan manusia bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup atau untuk memperoleh kepuasan setinggi-tingginya sehingga tercapai tingkat kemakmuran. Dengan adanya lapisan masyarakat yang berbeda-beda, tujuan konsumsi juga berbeda pula. Pada masyarakat tradisional yang ditandai dengan peradaban yang belum maju dan kebutuhan masih sederhana, kegiatan konsumsi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari guna mempertahankan kelangsungan hidup.

Sedangkan pada masyarakat modern, tujuan konsumsi sudah berubah bukan hanya sekadar mempertahankan hidup, tetapi lebih banyak diarahkan untuk kepentingan kesenangan dan prestise (harga diri), tujuan konsumsi masyarakat modern di antaranya sebagai berikut :

  • Memenuhi Kebutuhan Jasmani/Fisik
  • Memenuhi Kebutuhan Rohani
  • Mendapatkan penghargaan dari orang lain

Baca Juga : Sumber Konflik Sosial Menurut Para Ahli


Perilaku Konsumen

Kepuasan Konsumen Terhadap Produk

Tujuan utama dari konsumen dalam mengonsumsi suatu produk adalah untuk memaksimalkan kepuasan total (total utility). Thepuasan total dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan yang mencerminkan kebutuhan, keinginan, dan harapan konsumen dapat terpenuhi melalui produk yang dikonsumsi. Jika kepuasan total konsumen dapat dimaksimalkan maka barang tersebut akan memiliki nilai tukar dan nilai pakai yang tinggi. Artinya, jika suatu barang dapat memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan konsumen maka konsumen akan bersedia membayar dengan harga yang lebih tinggi.

Baca Juga : Macam Fungsi Pranata Sosial dan Pengertiannya Secara Lengkap


Menurut Vincent Gasperz

Menurut Vincent Gasperz, terdapat faktor-faktor yang memengaruhi penilaian dan dugaan/pengharapan (ekspektasi) konsumen terhadap suatu barang, yaitu sebagai berikut.

  • Kebutuhan dan keinginan

Jika kebutuhan dan keinginan konsumen besar maka penilaian dan pengharapan konsumen juga besar, demikian pula sebaliknya. Jika kebutuhan dan keinginan kecil maka penilaian dan pengharapan konsumen juga kecil.

  • Pengalaman masa lalu

Pengalaman mengonsumsi produk yang sama atau produk lainnya yang sama fungsinya.

  • Pengalaman dari teman

Teman Anda ada yang pernah mengonsumsi suatu produk sebelum Anda, akan menceritakan kepada Anda kualitas produk tersebut sehingga dapat menambah atau mengurangi penilaian dan pengharapan Anda terhadap produk yang akan Anda konsumsi.

  • Komunikasi iklan dan pemasaran

Iklan dan pemasaran dapat mengubah pengharapan Anda terhadap suatu barang. Mungkin saja pengharapan Anda terhadap suatu produk tertentu karena penyajian dan pemasaran yang baik.

Baca Juga : Ruang Lingkup Sejarah : Kisah, Seni, Ilmu dan Peristiwa


Krakteristik Produk  Diinginkan Konsumen

Kualitas Harga

Konsumen biasanya menginginkan produk yang memiliki karakteristik lebih murah, lebih cepat, dan lebih baik. Karakteristik lebih murah berkaitan dengan biaya produksi suatu produk. Artinya, jika produsen dapat menghasilkan produk yang lebih murah konsumen akan lebih tertarik karena faktor harga merupakan pertimbangan paling penting bagi konsumen dalam melakukan pembelian. Biasanya produk yang lebih murah lebih diinginkan oleh konsumen dibandingkan produk yang sama dengan harga yang lebih mahal.


Karakteristik Berkaitan Dengan Waktu

Karakteristik lebih cepat berkaitan dengan waktu. Artinya, konsumen menginginkan produk yang mudah didapat serta ada di mana saja. Jadi, konsumen tidak perlu pergi jauh-jauh hanya untuk mendapatkan suatu produk.


Kualitas Produk

Karakteristik lebih baik berkaitan dengan kualitas produk. Thualitas merupakan faktor yang cukup berperan dalam pengambilan keputusan pembelian. Produk dengan kualitas yang lebih baik diinginkan oleh konsumen dibandingkan produk yang sama dengan kualitas lebih jelek.


Pengeluaran Untuk Konsumsi

Besar kecilnya konsumsi yang dilakukan oleh konsumen (perilaku konsumen) tergantung pada faktor-faktor berikut.

Selera (Taste)

Selera adalah keinginan yang muncul dari dalam hati seseorang karena adanya daya tarik/rangsangan terhadap suatu benda atau jasa sangat dipengaruhi oleh faktor psikologis konsumen. Jika selera rendah, konsumsi pun rendah, sebaliknya jika selera tinggi, jumlah konsumsi pun akan tinggi pula.


Tingkat Pendapatan

Besar kecilnya tingkat pendapatan yang diterima oleh seseorang sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya pengeluaran untuk konsumsi.


Kebiasaan dan Sikap Hidup

Hal ini menyangkut perilaku yang sering muncul dan dilakukan oleh konsumen, misalnya hidup hemat atau sebaliknya hidup senang atau boros.


Lingkungan Tempat Tinggal

Manusia selalu hidup beradaptasi atau dipengaruhi oleh lingkungannya sehingga pola konsumsi pun dapat dipengaruhi oleh lingkungan.

Baca Juga : Sejarah Masyarakat Indonesia Pra Aksara : Ciri, Metode dan Periodisasi


Alat Distribusi

Pengadaan jumlah barang di suatu tempat tergantung pada alat distribusi yang digunakan. Semakin baik alat transportasi yang digunakan, semakin besar pengeluaran yang digunakan untuk konsumsi.
Menurut Engel, semakin besar pendapatan seseorang semakin kecil bagian pendapatannya yang digunakan untuk konsumsi, dan sebaliknya semakin kecil pendapatan semakin besar bagian pendapatan yang dipakai untuk konsumsi.

Demikian penjelasan dari guruips.co.id tentang Pola Perilaku Konsumen Kegiatan Ekonomi  Secara Lengkap, terima kasih sudah berkunjung di website kami jangan lupa di bagikan ke teman teman ya sobat guru