10 Ragam Budaya Indonesia : Ekonomi, Kekerabatan Secara Lengkap

Ragam Budaya Indonesia
Ragam Budaya Indonesia

10 Ragam Budaya Indonesia : Ekonomi, Kekerabatan Secara Lengkap

Hallo sobat guru ips dalam kali ini guruips akan membahas secara lengkap tentang Ragam Budaya Indonesia di mulai dari dari ekonomi, Kekerabatan dan kepercayaan budaya yang ada di indonesia nusantara kita. Indonesia adalah negara dengan mayoritas besar. Keragaman suku, bahasa, agama, ras dan kelompok sebenarnya dapat menunjukkan karakteristik masyarakat Indonesia. Potensi budaya yang begitu besar adalah sumber kekayaan budaya nasional. Untuk lebih memahami keanekaragaman budaya di Indonesia, Anda perlu mempelajari materi dalam artikel kami kali ini, untuk lebih jelasnya tentang ragam budaya di Indonesia mai simak artikel kami di bawah ini, bersama sobat guruips.co.id

 

Budaya Lokal Indonesia

Bangsa Indonesia terkenal dengan rakyatnya dengan budaya yang beraneka beragam. Pada setiap daerah dapat mengembangkan setiap budaya di setiap area komunitas. Budaya yang berkembang di daerah disebut budaya lokal. Budaya lokal yang berkembang di Indonesia adalah sebagai berikut :

Suku Batak

Sistem Kepercayaan

Ada berbagai agama di wilayah Batak, termasuk: Islam, Katolik, dan Kristen Protestan. Namun konsep agama atau agama lama masih hidup terutama di pedesaan. Sumber terpenting untuk mengetahui kepercayaan kuno dan sistem keagamaan ini adalah buku perpustakaan yang terbuat dari kayu dan ditulis dalam huruf Batak. Buku itu berisi konsep tentang pencipta, jiwa, roh dan akhirat.

Sistem Kekerabatan

Pernikahan dengan komunitas Batak adalah sebuah institusi yang tidak hanya mengikat seorang pria dengan seorang wanita. Pernikahan itu juga menghubungkan anggota keluarga laki-laki (paranak di Toba, Pempokan di Karo) dengan anggota keluarga perempuan (parboru di Toba, sinereh di Karo). Menurut kebiasaan lama orang Batak, seorang pria tidak bebas memilih pasangan. Pernikahan antara rimpal (marpariban di Toba), pernikahan dengan anak perempuan saudara laki-laki ibunya (keponakan laki-laki), dianggap sebagai pernikahan yang ideal.
Sistem kekerabatan Batak adalah patriarki, berdasarkan pada satu ayah, satu kakek atau satu leluhur.

Dalam komunitas Batak, hubungan berdasarkan satu ayah disebut sada bapa (bahasa Karo) atau sama (bahasa Toba). Kelompok kekerabatan terkecil adalah keluarga batih (keluarga inti yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak) yang disebut jabu, dan digunakan untuk keluarga virilocal yang luas (tinggal di rumah keluarga laki-laki). Di komunitas Batak, banyak pasangan menikah tinggal bersama orang tua mereka. Perhitungan hubungan berdasarkan satu kakek atau leluhur disebut sada nini (di komunitas Karo) dan saompu (di komunitas Toba). Keluarga sada nini atau saompu adalah kelas kecil. Cluster paling penting dalam komunitas Batak adalah merga (di Karo) atau klan (di Toba).

Sistem Ekonomi

Sistem ekonomi atau sistem mata pencaharian yang diterapkan oleh orang Batak adalah pertanian di lapangan, ada juga orang-orang di daerah tersebut seperti suku Karo, Simalungun dan suku Pakpak. Orang Batak tahu sistem kerja sama dalam pertanian, dalam bahasa Karo disebut aneh, sedangkan dalam bahasa Toba disebut marsiurupan. Saling membantu diberikan dengan mengolah tanah bersama oleh tetangga atau kerabat dekat. Alat yang digunakan untuk pertanian adalah cangkul, bajak (tenggala di Karo, Toba) dan tiang Portugis (engkol di Karo). Bajak biasanya diambil dengan sapi / kerbau, sabit (sabi di Toba) yang digunakan untuk memotong beras, yang lain menggunakan ani-ani. Ternak dipelihara oleh orang Batak seperti kerbau, sapi, babi, kambing, ayam dan bebek. Babi biasanya dimakan dan juga digunakan dalam upacara tradisional. Di Pulau Samosir, di tepi Danau Toba, ada penangkapan ikan intensif dengan kapal solo (Solu) dan hasilnya dijual ke kota.

Suku Minangkabau

Sistem Kepercayaan

Kebanyakan orang dari Minangkabau adalah Muslim. Penduduk desa percaya pada roh seperti Kuntilanak, perempuan bernapas bayi mahkota dari jauh, dan campuran gas (santet) yang menyebarkan racun melalui udara. Upacara tradisional di Minangkabau meliputi:

  •  upacara Tabuik memperingati kematian Hasan dan Husain di Padang Karabela;
  • Upacara Kitan dan Katam terkait dengan lingkaran kehidupan manusia seperti:
  • Upacara Land / Benedenbad adalah upacara di mana bayi menyentuh tanah untuk pertama kalinya
  • Upacara Kekah adalah upacara memotong rambut bayi untuk pertama kalinya.
  • Upacara penyelamatan untuk orang meninggal pada hari ke 7, 40, 100 dan 1000.

Sistem Kekerabatan

Sistem kekerabatan dalam komunitas Minangkabau adalah matrilineal (garis keturunan ibu), sehingga sistem kekerabatan menghitung dua generasi di atas ego laki-laki dan satu generasi di bawahnya. Urutannya adalah sebagai berikut.

  • Ibunya ibu.
  • Adik perempuan ibu dan ibu laki-laki.
  • Saudara laki-laki ibu.
  • Anak laki-laki, perempuan, ibu, ibu, ibu, ego.
  • Ego saudara dan saudari.
  •  Putra dan putri saudara perempuan ibu.
  • Anak laki-laki dan perempuan adalah saudara perempuan ego.
  • Putra dan putri dari putri saudara perempuan ibunya.

Unit keluarga kecil seperti yang disebutkan di atas disebut paru, di beberapa masyarakat ada unit yang disebut kampueng yang memisahkan pulmon dan strain. Kepentingan keluarga dikelola oleh pria yang bertindak sebagai mamak asli Di bidang perjodohan, orang Minangkabau memilih dari luar suku, tetapi polanya sekarang mulai menghilang. Bahkan melalui pengaruh dunia modern, pernikahan endogami lokal tidak lagi dipertahankan.

Sistem Ekonomi

Mata pencaharian penduduk Minangkabau sebagian besar terdiri dari petani. Bagi mereka yang tinggal di pantai, mata pencaharian utama mereka adalah memancing. Seiring dengan waktu, banyak

Suku Orang Jawa

Sebuah Sistem kepercayaan / agama

Agama mayoritas dalam kelompok etnis Jawa adalah Islam. Ada juga orang Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha. Orang Jawa percaya bahwa kehidupan dikendalikan oleh alam, jadi dia berperilaku nrimo (penyerahan). Orang-orang Jawa percaya pada keberadaan roh leluhur dan roh seperti supernatural, tuyul, demit dan jin. Keselamatan adalah upacara makan bersama yang telah didoakan sebelumnya. Ada empat operasi penyelamatan di Jawa sebagai berikut.

  • Penyelamatan siklus hidup manusia, termasuk: hamil tujuh bulan, potong rambut pertama, kematian dan kelahiran.
  • Bersihkan penyelamatan desa, upacara sebelum dan sesudah panen.
  • Keselamatan terkait dengan hari-hari besar / bulan Islam.
  • Penyelamatan terkait dengan acara-acara khusus, perjalanan panjang, ngruwat, dan menempati rumah baru.
    Jenis bahaya kematian, termasuk: nelung dina (tiga hari), mitung dina (tujuh hari), dewasa dua puluh dina (empat puluh hari), nyatus (seratus hari) dan nyewu (seribu hari).

Sistem Hubungan

Sistem hubungan kelompok etnis Jawa adalah paralel (keturunan ayah dan ibu). Istilah-istilah berikut digunakan dalam sistem kekerabatan Jawa.

  • Ego menyebut orangtua laki-laki adalah ayah / rama.
  • Ego untuk memanggil orang tua perempuan adalah simbok / biyung.
  • Ego menyebut saudara adalah saudara laki-laki, saudara laki-laki, saudara laki-laki.
  • Ego menyebut kakaknya adalah mbakyu.
  • Ego memanggil adik adhi, dhimas, gendut atau le.
  • Ego memanggil saudari ndhuk, denok atau di.

Dalam masyarakat Jawa, kondisi di atas adalah prosedur untuk kesopanan sosial yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika konsili rusak, orang tua akan merasa sengsara atau dipanggil kuwalat.

Sistem Ekonomi

Pertanian adalah ujung tombak yang paling penting. Pertanian dilakukan di sawah dan sawah. Selain pertanian, orang Jawa juga menjalankan bisnis paruh waktu seperti pencetakan batu bata, batik, tukang kayu, dan tikar tenun.

Suku Sunda

Sistem Kepercayaan

Saat ini, kebanyakan orang Sunda berpegang pada Islam. Selain Islam, ada juga umat Katolik, Kristen, Hindu, dan Budha. Dalam masyarakat Sunda Anda mengenali fase kehidupan Anda yang ditandai dengan berbagai upacara dan acara-acara seperti: pernikahan, keturunan negara, kelahiran dan sunat.
Keselamatan dipimpin oleh mode desa (guru ngaji) yang dimulai dengan al-Fatihah dan juga berakhir dengan pembacaan sura al-Fatihah. Skala penyelamatan tidak jauh berbeda dari adat Jawa, yaitu dalam bentuk kerucut.

Sistem Hubungan

Sistem hubungan masyarakat Sunda bersifat bilateral (garis ayah atau ibu). Sistem kekeluargaan dan pernikahan diterapkan dalam Islam. Bentuk keluarga yang terkenal adalah keluarga Batih, yaitu suami, istri dan anak-anak. Di Sunda ada tujuh generasi naik dan turun sebagai berikut.

  • Tujuh generasi di atas: gantung, embah, kakek buyut, bao, jangga wareg, udeg-udeg dan siwur gantung.
  • Tujuh generasi lebih rendah: anak-anak, incu, kakek buyut, bao, jangga wareg, udeg-udeg dan siwur gantung.

Sistem Ekonomi

Mata pencaharian saat ini beragam, termasuk dari sektor perkebunan, perdagangan dan pertanian. Kemajuan pesat telah dibuat di sektor perdagangan. Ada banyak perkebunan di daerah ini, seperti perkebunan teh, kelapa sawit, kina dan tebu. Pertanian yang dikembangkan di Jawa Barat meliputi beras, jagung, singkong, kacang tanah, dan kedelai

 

Suku Bali

Sistem Kepercayaan

Kebanyakan orang Bali menganut agama Hindu-Bali. Mereka meyakini keberadaan satu Tuhan dengan konsep Trimurti yang terdiri dari tiga bentuk, yaitu:

  • Brahman: menciptakan;
  • Wisnu: apa yang berlaku;
  • Siwa: itu destruktif.

Apalagi hal-hal yang mereka anggap penting adalah sebagai berikut.

  •  Atman: roh abadi.
  • Karmapala: buah dari setiap promosi.
  • Pensiunan: kelahiran kembali rohani.

Tempat ibadah atau Hindu disebut pura. Kuil memiliki karakteristik yang berbeda, sebagai berikut:

  • Pura Besakih: umum untuk semua kelompok.
  • Pura Desa (perjalanan ketiga): terutama untuk kelompok sosial lokal.
  • Sanggah: khusus untuk leluhur.

Ada ribuan pura di Balisanggah. Setiap kuil dan setiap penolakan memiliki tanggal perayaan yang berbeda, sebagai berikut.

Tanggal Hindu Bali

Tanggal Hindu Bali terdiri dari 12 bulan dan 355 hari. Sistem perhitungan dengan sistem Hindu disebut Syuklapaksa. Tahun baru Saka (Nyepi) jatuh pada hari pertama bulan kesepuluh.

 

Tanggal Jawa Bali

Tanggal Jawa – Bali terdiri dari 30 kabupaten. Setiap kali terdiri dari tujuh hari. Perayaan ini didasarkan pada perhitungan kalender Jawa-Bali, misalnya liburan Galungan dan Kuningan. Selain itu, juga digunakan untuk upacara sebagai berikut.

  • Orang Yadnya: upacara siklus hidup dari masa kanak-kanak hingga dewasa.
  • Dewa Yadnya: upacara di kuil umum dan keluarga.

Tanggal Hindu Bali terdiri dari 12 bulan dan 355 hari. Sistem perhitungan dengan sistem Hindu disebut Syuklapaksa. Tahun baru Saka (Nyepi) jatuh pada hari pertama bulan kesepuluh.

 

Tanggal Jawa Bali

Tanggal Jawa – Bali terdiri dari 30 kabupaten. Setiap kali terdiri dari tujuh hari. Perayaan ini didasarkan pada perhitungan kalender Jawa-Bali, misalnya liburan Galungan dan Kuningan. Selain itu, juga digunakan untuk upacara sebagai berikut.

  • Orang Yadnya: upacara siklus hidup dari masa kanak-kanak hingga dewasa.
  • Dewa Yadnya: upacara di kuil umum dan keluarga.
  • Penerimaan Yad: upacara penahbisan imam (mediksa).
  • Buta buta: upacara untuk kala dan buta, yaitu roh penjaga.

Sistem Kekerabatan

Pernikahan di Bali ditentukan oleh kasta. Wanita dari kasta tinggi tidak dapat menikahi pria kasta rendah, tetapi sekarang tidak lagi berlaku. Perkawinan yang dianggap abstain adalah perkawinan saudara perempuan atau suami dengan saudara laki-laki atau istri (makad ngad). Itu akan menyebabkan bencana (berlian). Ada dua cara untuk mendapatkan seorang wanita berdasarkan adat, yaitu:

  • Mencubit, menghancurkan: dengan melamar keluarga perempuan
  • Peringkat, ngrorod: seperti pelarian dari seorang gadis.

Sistem Ekonomi

Sebagian besar orang Bali memiliki penghasilan sebagai petani. Selain beras, legum dicuci lainnya, kopi dan kelapa. Ternak di Bali juga maju, yaitu babi dan sapi. Selain itu, peternakan atau kambing, kerbau dan kuda dikembangkan.
• Perikanan: penangkapan ikan darat dan laut yang dikembangkan, terletak di pantai. Nelayan menggunakan Yangkung (perahu nelayan) untuk mencari tuna, udang, dan cumi-cumi.
• Di Bali ada juga banyak perusahaan kerajinan tangan, buatan tangan: benda-benda tenunan, kain, pabrik rokok dan tekstil. Selain itu, ada juga banyak perusahaan yang menjual jasa seperti agen perjalanan, hotel, restoran, taksi dan toko seni. Tempat bisnis terbesar adalah di Gianyar, Denpasar dan Tabanan.

Suku Sawu

Sistem Kepercayaan

Budaya Sawu berkembang di Pulau Sawu, Nusa Tenggara Timur. Bangsa yang dihuni adalah median suku Sawu. Kekristenan telah memasuki pulau Sawu, tetapi banyak orang masih memeluk agama asli. Upacara kepercayaan asli, antara lain, adalah sebagai berikut.

  • Upacara Doe Mone Ae (Dewa Besar) terdiri dari 3 Dewa, yaitu:
    • Pulodo Wadu: semangat yang mengendalikan musim kemarau,
    • Deo Rai: roh yang mengendalikan musim hujan,
    • Deo Heleo: roh yang memegang kehidupan manusia.
  • Upacara untuk mencegah penyakit.
  • Upacara kematian dipimpin oleh Ratu More Pitu.

Sistem Seni

Bentuk suku Sawu adalah panggung yang didirikan di sebelah lapangan Terletak di kota, yang paling terkenal adalah Padao dan Ledo Han.

Sistem Ekonomi

Sebagian besar sarana subsisten utama orang Sawu adalah menanam di ladang dan di ladang. Pertanian yang dibudidayakan adalah kerbau dan kuda.

Suku Dayak

Sistem Kepercayaan

Komunitas Dayak dibagi menjadi beberapa suku, yaitu Ngaju, Ot, Danum dan Ma’anyan di Kalimantan Tengah. Pelukan yang meyakinkan meliputi: Islam, Kristen, Katolik, dan Kaharingan (bahasa ibu). Kata Kaha-cahaya berasal dari Danum Kaharingan, yang berarti air kehidupan.

Orang Dayak percaya pada hantu:

  • Sangiang nayu-nayu (semangat baik);
  • Taloh, kambe (roh jahat).

Dalam ayat-ayat suci suku Ngaju, dunia roh disebut tanah berpasir emas raja.
Upacara tradisional di komunitas Dayak meliputi:
1) upacara pemakaman,
2) upacara untuk menyambut kelahiran anak, dan
3) Pemakaman pemakaman.
Upacara api disebut tiwah dan abu pembakaran ditempatkan di sebuah bangunan yang disebut kolam.

Sistem Kekerabatan

Sistem hubungan orang Dayak berdasarkan penggunaan takeineal adalah perhitungan hubungan masyarakat antara laki-laki dan beberapa perempuan.
Pernikahan ideal adalah pernikahan dengan sepupu yang kakeknya adalah saudara laki-laki atau perempuan (hajanen di Ngaju). Komunitas Dayak tidak melarang anak perempuan mereka menikahi negara lain selama pria itu mematuhi aturan.

Sistem Ekonomi

Menanam di ladang adalah mata pencaharian orang Dayak. Selain menanam padi, mereka juga menanam singkong, nanas, pisang, cabai dan buah-buahan. Yang biasanya ditanam di ladang adalah durian dan pinang. Selain pertanian, mereka juga berburu rusa untuk makanan sehari-hari. Alat yang digunakan termasuk donat, lonjo (tombak) dan ambang batas (parang). Komunitas Dayak terkenal dengan seni menenun kulit, rotan, tikar, topi, yang dijual ke Kuala Kapuas, Banjarmasin dan Sampit.

 

Suku Makassar (Bugis)

Sistem Kepercayaan

Banyak orang Bugis tinggal di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Mereka adalah Muslim yang taat. Orang-orang Bugis masih percaya pada tuhan tunggal yang memiliki nama-nama berikut.

  • Patoto-e: dewa takdir.
  • Dewata Seuwa-e: dewa tunggal.
  • Turie a’rana: kemauan tertinggi.

Komunitas Bugis percaya bahwa budaya (adat) adalah suci. Budaya (adat) didasarkan pada lima elemen utama dari pan-strand (aturan suci dan suci), yaitu sebagai berikut.

  • Ade (‘dalam bahasa Makassar).
  • Untuk berbicara.
  • Rapang.
  • Wari ‘.
  • Sara.

Sistem Kekerabatan

Pernikahan ideal di Makassar adalah sebagai berikut.

  • Assialang Marola adalah perkawinan antara saudara sepupu yang sederajat, keduanya dari ayah / ibu.
  • Assialanna Memang, pernikahan antara sepupu adalah tingkat kedua, baik dari ayah / ibu.
    Perkawinan yang dilarang adalah perkawinan seorang anak dengan ayah / ibu dan menantu laki-laki dengan mertuanya.

Kegiatan Pra-nikah Meliputi:

  • Mappuce-puce: mengejar seorang gadis,
  • Massuro: tentukan tanggal pernikahan,
  • Maddupa: mengundang untuk pernikahan

Sistem Ekonomi

Mata pencaharian penduduk Bugis-Makassar adalah pertanian, perkapalan dan perdagangan. Komunitas Makassar Bugis telah mewarisi hukum komersial. Ammana
Gappa dalam bukunya Ade’allopiloping Bicaranna Pabbalue, yang ditulis pada abad ke-17, menyebutkan saat berlayar bahwa mereka berdagang di pulau-pulau di Indonesia. Mereka juga membuat kerajinan rumah tangga seperti sarung tenun.

Suku Asmat

Sistem Kepercayaan

Penduduk Asmat percaya bahwa nenek moyang mereka berasal dari patung. Dalam mitologi komunitas Asmat, Dewa Fumeripits (Sang Pencipta) terdampar di pantai, tetapi hidupnya diselamatkan oleh sekelompok burung.
Dewa Fumeripits kemudian hidup sendiri. Itu sebabnya ia membangun rumah panjang yang penuh dengan gambar manusia dan tifa (drum). Ajaibnya gambar itu menjadi seseorang dan menari.
Populasi Asmat juga mengakui keberadaan roh leluhur di sekitar lingkungan mereka. Adapun roh-roh ini, yaitu sebagai berikut.

  • Yi-Ow: roh leluhur yang baik dilambangkan dengan upacara tradisional.
  • Osbopon: roh jahat dengan penyakit. Upacara besar dilakukan oleh populasi Asmat sebagai berikut.
  • Mbismbu: upacara pembuatan mbis (patung leluhur terpahat).
  • Yentpokmbu: upacara membuat rumah.
  • Mbipokkumbu: upacara topeng.

Sistem Hubungan

Sistem kekerabatan dari komunitas Asmat bersifat monogami, yaitu perkawinan antara pasangan pria dan wanita. Namun sekitar 25% dari pernikahan komunitas Asmat adalah poligami. Semua kelompok di setiap komunitas desa Asmat dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing membentuk satu kelompok.

Sistem Ekonomi

Mata pencaharian penduduk Asmat termasuk mengumpulkan sagu dan berburu binatang (babi hutan). Orang Asmat yang tinggal di daerah hulu menanam pohon di kebun mereka.
Pemerintah Indonesia memperhatikan pendidikan suku Asmat, yang harus bekerja sama dengan penyiar Katolik di Belanda dan Amerika. Selain itu, sagu digunakan sebagai produk ekspor untuk meningkatkan standar hidup masyarakat Asmat.

 

Suku Dani

Sistem Kepercayaan

Suku Dani tinggal di lembah Baliem, Irian Jaya. Strain Dani lebih disukai disebut strain Parim / strain Bali. Suku Dani percaya pada hantu, yaitu hantu laki-laki (Suangi Ayoka) dan hantu perempuan (Suangi Hosile).
Suku Dani percaya pada Atou, kekuatan magis yang berasal dari leluhur yang telah diwariskan kepada putra-putra mereka. Kekuatan-kekuatan ini termasuk:

  • Kekuatan menjaga kebun,
  • Kekuatan untuk menyembuhkan penyakit, dan
  • Kekuatan untuk menyuburkan tanah.

Sistem Keberatan

Sistem hubungan masyarakat Sawu bersifat patriarkal. Pernikahan ideal adalah Una Mohamode, seorang lelaki yang menikah dengan putri saudara laki-laki seorang ibu.

Sistem Ekonomi

Sebagian besar sarana subsisten utama orang Sawu adalah menanam di ladang dan di ladang. Pertanian yang dibudidayakan adalah kerbau dan kuda
Demikian Pembahasan Tentang 10 Ragam Budaya di Indonesia secara lengkap mulai dari faktor ekonomi sampai kepercayaan, demikian pembahasan dari sobat guruips, semoga bermanfaat

Demikian pembahasan dari guruips.co.id tentang Ragam Budaya yang ada di indonesia secara lengkap