Ruang Lingkup Sejarah : Kisah, Seni, Ilmu dan Peristiwa

Sejarah sebagai Peristiwa, Kisah, Ilmu, dan Seni
Sejarah sebagai Peristiwa, Kisah, Ilmu, dan Seni

 

Pengertian Sejarah Secara Umum

Sejarah adalah studi tentang peristiwa-peristiwa dari masa lalu yang benar-benar terjadi dan berkaitan erat dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa kini dan masa depan. Ruang lingkupnya tentu saja berkaitan dengan sejarah budaya Indonesia dari prasejarah hingga sekarang (modern).

Meskipun konsep sejarah dapat diartikan sebagai investigasi, pengetahuan telah diperoleh melalui investigasi. Secara bahasa atau harfiah, sejarah berasal dari bahasa Arab (Syajarotun) yang berarti pohon. Dan dalam bahasa Arab sendiri, sejarah lebih populer dengan kata “tanggal”, yaitu waktu atau kalender. Namun, banyak yang mengklaim bahwa konsep sejarah paling baik merujuk pada kata “historia” yang merupakan bahasa Yunani dan disebut sejarah dalam bahasa Inggris.


Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli

Francis Bacon

Francis Bacon menggunakan istilah sejarah pada akhir abad ke-16 ketika ia menulis tentang “sejarah alam.” Menurutnya, historia adalah pengetahuan tentang objek yang ditentukan oleh ruang dan waktu.

J.V Bryce

Sejarah adalah laporan yang disusun, dikatakan, dan dilakukan oleh orang-orang (manusia)

Patrick Gardiner

Sejarah adalah studi tentang apa yang telah dilakukan Manusia

Roeslan Abdul Ghani

Ini adalah cabang ilmu yang menyelidiki dan secara sistematis memeriksa semua perkembangan masyarakat dan kemanusiaan di masa lalu, bersama dengan peristiwa dengan maksud untuk selanjutnya secara kritis mengevaluasi semua hasil penelitian, untuk digunakan sebagai perbendaharaan pedoman untuk menilai dan menentukan keadaan saat ini dan arah depan

Ibn Khaldun

Menurut Ny. Khaldun historis didefinisikan sebagai laporan masyarakat manusia pada umumnya atau peradaban manusia yang terjadi dalam sifat / sifat masyarakat.

Itulah beberapa pemahaman tentang sejarah dalam bahasa dan istilah umum yang diungkapkan oleh para para ahli. Ruang lingkup sejarah yang dimaksud dalam guruips.co.id ini terkait erat dengan budaya Indonesia.

Baca Juga : Kronologi Sebab Umum dan khusus Perang Dunia ke II


Ruang Lingkup Sejarah Indonesia

Sejarah adalah ilmu yang mempelajari peristiwa masa lalu yang benar-benar terjadi dan berkaitan erat dengan peristiwa yang terjadi di masa sekarang dan masa depan. Ruang lingkupnya tentu saja berkaitan dengan sejarah budaya Indonesia dari prasejarah hingga sekarang (modern).

Meskipun konsep sejarah dapat diartikan sebagai investigasi, pengetahuan telah diperoleh melalui investigasi. Secara harfiah atau harfiah, sejarah berasal dari bahasa Arab (Syajarotun) yang berarti pohon. Dan dalam bahasa Arab sendiri, sejarah lebih populer dengan kata “tanggal,” yang berarti waktu atau kalender. Namun, banyak yang mengklaim bahwa konsep sejarah yang paling cocok mengacu pada kata “historia” yang merupakan bahasa Yunani dan disebut sejarah dalam bahasa Inggris

Berikut ini adalah ruang lingkup sejarah budaya Indonesia yang terbagi dalam berbagai zaman:

  • Era pra sejarah, dari awal keberadaan manusia dan budaya hingga sekitar abad V (Kelima)
  • Zaman kuno, dari kedatangan pengaruh Hindu pada abad pertama hingga runtuhnya kerajaan Majapahit pada abad ke-15
  • Abad Pertengahan, sejak kedatangan agama dan pengaruh Islam menjelang akhir periode Majapahit hingga akhir abad ke-19
  • Zaman Baru (Modern), sejak masuknya pengaruh Barat dan teknik-teknik modern hingga sekitar tahun 1900
  • Untuk masing-masing poin di atas akan dibahas dalam posting lain yang lebih spesifik di website guruips.co.id  ini.

Baca Juga : Pengaruh Kebijakan Pemerintah Jepang dan Organisasi

 

Penjelasan Sejarah Secara Lengkap

Sejarah Sebagai Peristiwa

Peristiwa-peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau menjadi sangat penting dalam pembahasan ilmu sejarah. Melalui peristiwa, ilmu sejarah mendapat gambaran tentang kehidupan manusia di masa lampau. Sejarah sebagai peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau mengakibatkan kita tidak mungkin lagi mengamati peristiwa tersebut, yang dapat kita amati adalah sejarah sebagai kisah, yaitu penelaahan sejarah sebagai kisah suatu peristiwa. Sejarah sebagai peristiwa, maksudnya peristiwa sejarah ditempatkan sebagai fakta, kejadian, dan kenyataan yang benar-benar terjadi pada masa lampau.

Kejadian masa lampau tersebut dapat dijadikan dasar untuk mengetahui dan merekonstruksi kehidupan pada masa tersebut. Dari peristiwa-peristiwa itu, dapat diketahui sebab akibat terjadinya suatu peristiwa. Tanpa memandang besar kecilnya suatu peristiwa atau kejadian-kejadian dalam ruang lingkup kehidupan manusia, ilmu sejarah berusaha menyusun rangkaian peristiwa yang terjadi dalam ruang lingkup kehidupan manusia sejak dahulu sampai sekarang, bahkan prediksi kejadian yang akan datang.


Sejarah Sebagai Kisah

Semua hasil karya cipta manusia merupakan suatu bukti dari kisah manusia yang hidup dan dinamis. Membicarakan sejarah sebagai kisah tidak lepas dari peristiwa- peristiwa sejarah yang terjadi pada masa lampau. Sejarah sebagai kisah adalah hasil karya, cipta, dan penelitian berbagai ahli yang kemudian menulisnya. Penulisan yang dapat

dipertanggungjawabkan harus melalui penafsiran yang mendekati kebenaran peristiwa yang terjadi. Sementara itu, untuk merekonstruksi kisah sejarah harus mengikuti metode analisis serta pendekatan tertentu. Dengan kata lain, sejarah sebagai kisah adalah kejadian masa lalu yang diungkapkan kembali berdasarkan penafsiran dan interpretasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Menyusun kisah sejarah dari suatu masyarakat, bangsa, dan negara tidaklah mudah karena jejak-jejak sejarah yang ditinggalkannya tidak sedikit.

Oleh karena itu, dalam penyusunannya memerlukan penelaahan yang sangat jeli dan bijaksana serta verifikatif sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Dalam penyusunan sejarah sebagai kisah, para sejarawan menggunakan dasar jejak-jejak yang ditinggalkan oleh sejarah sebagai peristiwa. Jejak-jejak sejarah yang berisi kehidupan rangkaian peristiwa atau kejadian dalam lingkup kehidupan manusia menjadi sumber penting dalam penulisan kisah sejarah.


Sejarah Sebagai Ilmu

Sejarah dikatakan sebagai ilmu karena merupakan pengetahuan masa lampau yang disusun secara sistematis dengan metode kajian secara ilmiah untuk mendapatkan kebenaran mengenai peristiwa masa lampau. Menurut C.E. Berry, sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan, tidak kurang dan tidak lebih. Adapun menurut York Powell, sejarah bukanlah hanya sekadar suatu cerita indah, instruktif, dan mengasyikkan, tetapi merupakan cabang ilmu pengetahuan.

Oleh karena itu, sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan harus dibuktikan secara keilmuan dengan menggunakan metode-metode dan berbagai standar ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Kebenaran itu dapat dibuktikan dari dokumen yang telah diuji sehingga dapat dipercaya sebagai suatu fakta sejarah. Sejarah dianggap sebagai ilmu sebab sejarah memiliki syarat-syarat ilmu, antara lain ada masalah yang menjadi objek, ada metode, tersusun secara sistematis, menggunakan pemikiran yang rasional, dan kebenaran bersifat objektif.

Jika melihat hal tersebut, sejarah sebagai ilmu dapat memenuhinya, dikarenakan:

  • Objek kajian sejarah ialah kejadian- kejadian di masa lalu yang merupakan sebab akibat;
  • Adanya metode sejarah yang menghubungkan bukti-bukti sejarah;
  • Kisah sejarah tersusun secara sistematis dan kronologis;
  • Kebenaran fakta diperoleh dari penelitian sumber yang disusun secara rasional dan kritik (penilaian) yang sistematis;
  • Fakta bersifat subjektif karena tiap orang melihat masa lampau dengan cara yang berbeda. Kebenaran hanya “milik” peristiwa ini sendiri. Namun kebenaran fauna adalah juga objektif, maksudnya kebenaran harus diakui oleh intersubjektivitas atau diakui oleh banyak sejarawan dan masyarakat luas.

 

Sejarah Sebagai Seni

Tokoh penganjur sejarah sebagai seni adalah George Macauly Travelyan. Ia menyatakan bahwa menulis sebuah kisah peristiwa sejarah tidaklah mudah, karena memerlukan imajinasi dan seni. Menulis sejarah merupakan seni, filsafat, polemik, dan dapat sebagai propaganda. Sejarawan abad 19 bernama Comte, Spencer, dan Mill menyebutkan bahwa metode dan sikap ilmiah pengetahuan alam dapat dipergunakan untuk mempelajari sejarah, tanpa memerlukan modifikasi lebih lanjut.

Namun menurut Dithley, seorang filsuf modern, menyatakan bahwa hal tersebut adalah tidak benar, sebab sifat alami dari pengetahuan alam adalah sesuatu yang selalu nyata dan terlihat, sehingga sejarah yang bersifat abstrak tidak mudah menganalisisnya. Oleh karena itu, sejarah adalah pengetahuan tentang rasa. Dithley menambahkan bahwa pemahaman dengan cara imajinatif mampu menjadikan fakta sejarah lebih hidup dan lebih berarti.

Itulah sebabnya, menurut George Macauly Travelyan dalam penulisan kisah sejarah harus menggunakan bahasa yang indah, komunikatif, menarik, dan isinya mudah dimengerti. Dengan demikian, diperlukan seni dalam penulisan sejarah sehingga tercipta suatu peristiwa sejarah yang dapat dipelajari secara urut, lengkap, menarik, dan tidak membosankan. Oleh karena itu, seorang sejarawan harus bersedia menjadi ahli seni untuk menghidupkan kembali kisah kehidupan di masa lalu, masa sekarang, dan yang akan datang. Dengan demikian selain elemen ilmiah sejarah juga mengandung elemen seni.

 

Berdasarkan sumber buku Cakrawala Sejarah, Wardaya, kami guruips.co.id ingin berbagi materi belajar tentang Ruang Lingkup Sejarah : Kisah, Seni, Ilmu dan Peristiwa secara Lengkap, Jelas dan Akurat, mari simak artikel kami lainnya Berdasarkan dari sumber – sumber buku terpercaya, Semoga Bermanfaat terima kasih