Macam – Macam Seni Rupa

Pengertian Seni Rupa

Sadarkah bila di sekitar kita banyak sekali karya seni rupa? Berbagai gambar pada buku, iklan, atau kain, lukisan, anyaman tikar atau kursi rotan, desain kamar dan taman, ataupun patung yang menghiasi rumah dan jalan merupakan hasil gagasan manusia yang dicipta dalam rangka memenuhi kebutuhannya.

Seni yang pada kegiatan penciptaannya memerlukan koordinasi antara mata dan tangan ini disebut seni rupa. Seni rupa adalah ungkapan gagasan atau perasaan estetis dan bermakna yang diwujudkan melalui media titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan gelap terang yang ditata dengan prinsip-prinsip tertentu.

Seni rupa yang sering kalian lihat di kehidupan sehari-hari itu, dibagi dua menurut kegunaannya. Yakni seni rupa murni dan seni rupa terapan.

Fungi Seni Rupa Adalah
Fungi Seni Rupa Adalah

Disebut seni rupa murni karena karya seni ini mengutamakan fungsi keindahan atau hanya untuk dinikmati nilai atau mutu seninya dengan indera penglihatan.

Sedangkan seni rupa terapan merupakan karya seni rupa yang mengutamakan fungsi pakainya selain juga dinikmati mutu seninya.

Baca Juga : Apresiasi Seni Adalah

Seni rupa terapan dapat dibedakan menjadi dua, yakni seni kriya/kerajinan tangan seperti ukiran, anyaman, keramik, topeng, serta batik, dan desain seperti ragam hias, produk, interior, eksterior.

Berdasarkan wujud atau dimensinya, karya seni rupa dapat dibedakan menjadi dua, yakni karya seni rupa dua dimensi dan karya seni rupa tiga dimensi.

Disebut karya seni rupa dua dimensi (dwimatra) karena wujud karyanya berupa bidang atau memiliki ukuran panjang dan lebar saja.

Sehingga, karya seni rupa dua dimensi hanya dapat dilihat dari satu sisi. Contoh karya seni rupa dua dimensi adalah gambar atau lukisan.

Sedangkan karya seni rupa tiga dimensi (trimatra) wujud karyanya memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi, atau memiliki ruang (volume). Karya seni rupa tiga dimensi dapat dinikmati dari berbagai sisi.

Perkembangan keilmuan seni rupa dalam beberapa tahun terakhir mengalami perluasan kea rah wahana besar yang kita kenal sebagai sebagai budaya rupa (visual culture).

Lingkup sesungguhnya tidak hanya cabang-cabang seni rupa yang kita kenal saja, seperti lukis, patung, keramik, grafis dan kriya, tetapi juga meliputi kegiatan luas dunia desain dan kriya (kerjainan) multimedia, fotografi. Seni rupa dalam Bahasa Inggris adalah fine art.

Namun sesuai perkembangan dunia seni modern, istilah fine art menjadi lebih spesifik kepada pengertian seni rupa untuk kemudian menggabungkannya dengan desain dan kriya ke dalam bahasa visual arts. Bidang seni rupa dibedakan ke dalam tiga kategori, yaitu seni rupa murni, kriya dan desain.

Seni rupa murni mengacu kepada karya-karya yang hanya untuk tujuan pemuasan eksresi pribadi, sementara kriya dan desain lebih menitikberatkan fungsi dan kemudahan produksi.

Macam – Macam Seni Rupa

  1. Seni Lukis

Karya seni dua demensi yang bisa mengungkapkan pengalaman atau perasaan si pencipta. Pelukis yang sedang sedih akan tercipta karya yang bersifat susah, sedangkan pelukis yang sedang gembira akan tercipta karya yang riang. Karya tersebut terlihat pada goresan, garis-garis danpewarnaan.

Baca Juga : Puisi Menurut Para Ahli

  1. Seni Illustrasi

Kata Illustrasi berasal dari Bahasa Inggris (Illustrare) artinya menghias, menerangkan atau menjelaskan dengan gambar. Contoh : gambar illustarsi pada buku Biologi, fisika, inggris, dll.

  1. Seni Reklame

Reklame berasal dari Bahasa Latin (Re dan Clamo) artinya berteriak berulang-ulang. Tujuannya untuk mempengaruhi, mengajak, menghimbau orang lain. Contoh : iklan, spanduk, poster, dll.

  1. Seni Grafik (mencetak)

Suatu karya yang dihasilkan melalui cetak-mencetak dari klise. Contoh : sablon, klise photo.

  1. Seni Patung

Karya seni tiga demensi yang bisa mengungkapkan pengalaman atau perasaan si pencipta.

  1. Seni Bangun (arsitektur)

Karya seni tiga demensi yang mempunyai nila estetik. Contoh : rumah, monument, jembatan. Dll

  1. Seni Dekorasi

Karya seni yang bertujuan menghias suatu ruangan agar lebih indah.

Contoh : Interior (dalam ruang : kamar, ruang pertemuan, panggung, dll) Eksterior (luar ruang : taman, kebun)

  1. Seni Ukir (pahat)

Karya seni terapan dua demensi yang cara pembuatannya dengan cara di ukir. Contoh : kursi ukir. Ukir gaya Jepara, gaya Bali, Gaya Yogyakrta, gaya Cirebon, gaya Surakarta, dll.

  1. Seni Kerajinan

Karya seni terapan yang biasanya untuk hiasan dan cenderamata. Contoh : kipas, gelang, cincin.

Baca Juga :Pengertian Cerita Rakyat

  1. Seni Mode

Karya ini merupakan seni tata busana/pakaian.

  1. Seni Fotografi (Potret)

Fotografi merupakan media yang digunakan untuk mengabadikan suatu moment penting. Dengan media fotografi segala peristiwa dan pengalaman bisa kita pelajari untuk masa depan yang lebih baik lagi.

Pembelajaran Seni Rupa di Sekolah

Pembelajaran seni rupa di sekolah mengembangkan kemampuan siswa dalam berkarya seni yang bersifat visual dan rabaan.

Pembelajaran seni rupa memberikan kemampuan bagi siswa untuk memahami dan memperoleh kepuasan dalam menanggapi karya seni rupa ciptaan siswa sendiri maupun karya seni rupa ciptaan orang lain.

Melalui pengalaman berkarya, siswa sekolah dasar memperoleh pemahaman tentang berbagai penggunaan media, baik media untuk seni rupa dwimatra maupun seni rupa trimatra.

Dalam berkarya seni rupa, siswa belajar menggunakan berbagai teknik tradisional dan modern untuk mengeksploitasi sifat-sifat dan potensi estetik media.

Melalui seni rupa, siswa belajar berkomunikasi melalui gambar dan bentuk, serta mengembangkan rasa kebanggaan dalam menciptakan ungkapan pikiran dan perasaannya.

Materi pokok seni rupa meliputi aspek apresiasi seni, berkarya seni, kritik seni, dan penyajian seni. Apresiasi seni rupa berarti mengenal, memahami, dan memberikan penghargaan atau tanggapan estetis (respons estetis) terhadap karya seni rupa.

Materi apresiasi seni pada dasarnya adalah pengenalan tentang konsep atau makna, bentuk, dan fungsi seni rupa.  Apresiasi seni rupa dapat mencakup materi yang lebih luas, yaitu pengenalan seni rupa dalam konteks berbagai kebudayaan.

Materi pelajaran apresiasi seni pada pendidikan Dasar meliputi pengenalan terhadap budaya lokal, budaya daerah lain, dan budaya mancanegara, baik yang bercorak primitif, tradisional, klasik, moderen, maupun kontemporer.

Baca Juga : Fungsi dan Tujuan Debat

Selain pengenalan bentuk-bentuk seni rupa, materi apresiasi juga meliputi pengenalan tentang latar belakang sosial, budaya, dan sejarah di mana karya seni rupa dihasilkan serta makna-makna dan nilai-nilai pada seni rupa tersebut.

Pembelajaran seni rupa di Sekolah memiliki kompetensi dasar sebagai berikut :

  1. Siswa mampu menggunakan kepekaan inderawi dan intelektual dalam memahami, mempresentasi tentang keragaman gagasan, teknik, materi dan keahlian berkarya seni rupa dua dimensi (berukuran bidang) dan tiga dimensi (berukuran ruang/isi) baik karya seni Nusantara maupun mancanegara.
  2. Siswa mampu menggunakan rasa estetika dalam mempersepsi, memahami, menanggapi, merefleksi, menganalisis, dan mengevaluasi karya seni rupa Nusantara dan mancanegara sesuai dengan konteks sosial dan budaya.
  3. Siswa mampu berekspresi karya seni rupa dengan beragam teknik dan media seni rupa Nusantara dan mancanegara.
  4. Siswa mampu mengkomunikasikan gagasan, teknik, materi, dan keahlian berkarya seni rupa Nusantara dan mancanegara melalui kegiatan pameran dan pagelaran.

Pembelajaran seni rupa bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :

  • Memahami konsep dan pentingnya seni budaya dan keterampilan
  • Menampilkan sikap apresiasi terhadap seni budaya dan keterampilan
  • Menampilkan kreativitas melalui seni budaya dan keterampilan
  • Menampilkan peran serta dalam seni budaya dan keterampilan dalam tingkat lokal, regional, maupun global.

Pendidikan Seni Rupa di Sekolah

Pendidikan seni rupa adalah upaya untuk mengembangkan kepribadian seseorang dalam rangka mempersiapkan menjadi warga masyarakat yang mandiri dan bertanggung jawab melalui kegiatan yang bersangkut paut dengan pernyataan perasaan keindahan lewat media garis, warna, tekstur, bidang, volume, dan ruang.

atau dengan perkataan lain melalui kegiatan pembelajaran dalam bidang lukis/gambar, seni cetak, seni patung, seni kerajinan desain dan seni bangunan/desain lingkungan.

Baca Juga : Pengertian Cerita Rakyat

Pendidikan seni rupa merupakan pondasi dasar seharus kita mulai dari akar budaya nilai-nilai tradisi daerah setempat.

Setiap daerah memiliki karakteristik yang bervariasi. Dengan nilai-nilai tradisi akan memberikan nuansa karya anak bangsa yang sangat berpotensi untuk ditumbuh kembangkan.

Nilai-nilai seni tradisi perlu disentuhkan dalam pendidikan seni sebab saat ini seni tradisi sudah tidak dilirik oleh para pendidik pada umumnya. Hal ini sudah saat seni tradisi secara bertahap diberikan pada anak-anak usia pendidikan dasar.

Oleh karena itu diperlukan para pendidik seni untuk peduli dan mau berinovasi serta berkreasi dalam menggali nilai tradisi yang sangat adiluhung untuk pembelajaran seni rupa saat ini.

Saya kira guru seni rupa khususnya amat sangat strategis mendisain dan merancang pembelajaran seni pada tingkat pendidikan dasar.  Dengan berkolaborasi antar pendidik seni rupa secara bersama-sama akan memberikan nuansa baru untuk seni rupa.

Salah satu fungsi sekolah dasar sebagai sarana sosialisasi bagi para siswanya, juga sebagai tempat membina agar lulusannya memiliki kemampuan yang bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan kemampuan lainnya untuk dapat memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan saat ini dan masa mendatang.

Sejalan dengan rumusan tujuan pendidikan sekolah dasar yang mencakup peningkatan motivasi siswa untuk untuk meneruskan belajar pada jenjang yang lebih tinggi dan memperoleh dasar keterampilan, pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi siswa, dan mengolah emosi siswa agar memperoleh kematangan guna mewujudkan kesiapan belajar.

Sesuai dengan tujuan tersebut maka pengembangan program pendidikan harus memperhatikan kebutuhan siswa secara individual atau kelompok dan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian pendekatan belajar melalui materi muatan lokal perlu dikembangkan selain muatan inti program. Proses pembelajaran di sekolah lebih menekankan pada penemuan fakta dan gejala.

Konsep Pendidikan Seni Rupa Sekolah

Pendidikan Seni Rupa sesungguhnya merupakan istilah yang relatif baru digunakan dalam dunia persekolahan. Pada mulanya digunakan istilah menggambar.

Penggunaan istilah pengajaran menggambar ini berlangsung cukup lama hingga kemudian diganti dengan istilah Pendidikan Seni rupa.

Materi pelajaran yang diberikan tidak hanya menggambar tetapi juga beragam bidang seni rupa yang lain seperti mematung, mencetak, menempel dan juga apresiasi seni.

Tujuan pengajaran menggambar di sekolah adalah untuk menjadikan anak pintar menggambar melalui latihan koordinasi mata dan tangan.

Pendidikan seni merupakan sarana untuk pengembangan kreativitas anak. Pelaksanaan pendidikan seni dapat dilakukan melalui kegiatan permainan.

Tujuan pendidikan seni dapat dilakukan melalui kegiatan permainan. Tujuan pendidikan seni bukan untuk membina anak-anak menjadi seniman, melainkan untuk mendidik anak menjadi kreatif.

Seni merupakan aktifitas permainan, melalui permainan kita dapat mendidik anak dan membina kreativitasnya sedini mungkin. Dengan demikian dapat dikatakan seni dapat digunakan sebagai alat pendidikan.

Pendidikan Seni Rupa adalah mengembangkan keterampilan menggambar, menanamkan kesadaran budaya lokal, mengembangkan kemampuan apreasiasi seni rupa, menyediakan kesempatan mengaktualisasikan diri, mengembangkan penguasaan disiplin ilmu Seni Rupa, dan mempromosikan gagasan multikultural.

Jenis Karya Seni Rupa

  1. Menggambar/Melukis

Kegiatan menggambar/melukis dapat diterapkan dalam berbagai cara dari mulai pembuatan shet, pengembangan shet, menjadikan karya karya lukis atau gambar ,menggambar dengan skema, memindahkan gambar denagan bantuan kisi-kisi, dan menggambar ekspresi dengan cara memberikan gambaran kepada siswa bagaimana seorang maestro menggarap karya mereka dari awal sampai akhir.

  1. Membentuk

Teknik membentuk sangat beraneka ragam,diantaranya :

Disambungkan Membutsir

Membutsir adalah membuat karya tiga dimensi dari bahan yang lunak dengan cara diremas-remas dengan tangan pada saat tanah masih dalam keadaan lembek.

Bahan yang biasa digunakan adalah tanah dan plastisin.Selain membutsir dengan tangan yang diremas-remaskan tetapi sering juga menggunakan alat yang disebut sudip.

Memahat

Membentuk dengan jalan membuang bahan yang tidak dipergunakan dengan cara memahat.Setiap bahan ada peringkat pahat yang khusus.

Media yang dapat dipakai antara lain kayu,batu es,dsb.Karya yang dibuat dari bahan yang disambung-sambung.

Cor (Menuang)

Proses menuang menggunakan bahan cair yang dituangkan pada alat acuan yang berbentuk cetakan.Setelah menjadi keras dikeluarkan dari acuan/cetakan.Bahan cair ini dibuat dari semen,plastic ,karet dan gips.

Merakit

Membuat karya dengan cara menyambung-nyambung beberapa bagian atau potongan bahan. Caranya disebut merakit,hasilnya disebut rakitan.

Potongan bahan disambungkan dengan cara dilas, dipatri, disekrup atau dengan cara yang lain.

Mencetak

Mencetak adalah proses memperbanyak suatu gambar atau naskah dengan menggunakan teknik tertentu diantaranya cetak datar,cetak tinggi,cetak dalam,cetak saring,cetak copy,dan cetak dengan pintu out.

3M (Menggunting, Menempel, Melipat)

Karya rupa 3M ini merupakan proses manipulasi lembaran kertas menjadi suatu bentuk tiga dimensi.Di Jepang teknik seperti ini disebut teknik origami.

Metode Pembelajaran Seni Rupa di Sekolah

  1. Strategi Penataan

Strategi penataan berkaitan dengan rancangan menata urutan materi pembelajaran dari yang mudah ke yang sulit, dari konkrit ke abstrak.

  1. Strategi Penyampaian

Strategi penyampaian berkaitan dengan media pembelajaran atau alat bantu pembelajaran untuk menyampaikan materi yang telah dikemas.

  1. Stategi Pengelolaan

Strategi pengelolaan berkaitan dengan kegiatan pengelolaan kelas selama pembelajaran dilaksanakan.

Model Pembelajaran Seni Rupa di Sekolah

  1. Model Terkait

Model terkait adalah model pembelajaran terpadu yang paling sederhana karena menekankan pada hubungan secara eksplisit tentang konsep atau prinsip,atau pokok bahasan atau ketrampilan atau tugas,atau sikap dalam suatu bidang studi.

Baca Juga : Tahapan dalam Mengapresiasi Seni

Pada pembelajaran SR-KT terpadu keterkaitan dalam substansial material seni.

Model terkait dalam SR-KT terpadu dapat dimodifikasikan berdasarkan jenis matra substansial seni. Urutan keterkaitan dan besr bobot materi masing-masing substansial materi yang terkait.

Keunggulan Model Terkait :

  • Paling sederhana sehingga paling mudah di rancang dan dilaksanakan

Terjadi interalisasi karena adanya pengembangan konsep-konsep inti secara terus-menerus.

  • Memudahkan proses transfer gagasan-gagasan dalam pemecahan masalah.

Siswa lebih mudah dalam mendapatkan gambaran-gambaran mengenai suatu ketrampilan tertentu.

Kelemahan Model Terkait :

  • Model terkait pada intinya adalah mengaitkan antara prinsip,konsep ketrampilan dan tugas atau sikap pada suatu bidang kajian tertentu. Hal ini menyebabkan SR-KT tetap terpisah dan keterpaduan tidak Nampak walaupun hubungan telah dirancang secara eksplisit dalam suatu disiplin mata kajian.
  • Fokus pembelajaran masih bersifat sempit karena usaha-usaha untuk memadukan gagasan-gagasan dalam suatu bidang studi dapat membatasi usaha mengembangkan hubungan yang lebih menyeluruh dengan bidang studi lain.
  1. Model Terjala

Merupakan pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan tematik. Model ini menekankan hubungan antara dua atau lebih mata pelajaran melalui tema.

Pada pembelajaran senirupa terpadu, model terjala ini dapat memadukan secara intra bidang studi (seni music, tari) dan inter bidang studi (senirupa, music, tari, matematika, ips, ipa dll).

Keunggulan :

  • Melalui pendekatan tematik, pembelajaran terpadu model ini memiliki kekuaatn komprehensif yang tinggi.
  • Membangun motivasi siswa melalui kegiatan pemilihan dan pengembangan tema
  • Meningkatkan kemampuan wawasan guru tentang suatu konsep secara komprehensif

Kelemahan:

  • Membutuhkan waktu yang lama dalam merancang pembelajaran
  • Ketrampilan seni rupa yang diperoleh siswa kurang optimal
  • Guru memerlukan kemampuan mengevaluasi proses dan produk pembelajaran agar perncanaan dan pelaksanaan pembalajaran dapat tercapai secara optimal
  1. Model Terpadu

Model terpadu merupakan pembelahjaran terpadu yang menggunakan tema yang diangkat dari adanya tumpang tindih tentang konsep ketrampilan dan sikap dalam kurikulum yang berlaku dari berbagai mata pelajaran atau mata kajian.

Keunggulan :

  • Mampu membangun motivasi siswa
  • Mampu mengembangkan aspek sikap pada dampak pengiring dalam pembelajaran
  • Menghemat waktu
  • Memiliki kekuatan komprehensif yang tinggi

Kelemahan :

  • Membutuhkan kurikulum yang mengacu pada keterpaduan serta kebijakan-kebijakan pendukung dalam system evaluasi pembelajaran
  • Membutuhkan waktu, tenaga dan pikiran dalam merancang model pembelajaran terpadu
  • Model terpadu merupakan pembelajaran terpadu yang paling rumit.

Demikian pembahasan dari kami tentang Seni Rupa – Konsep Metoda dan Model Pembelajaran secara lengkap dan jelas, semoga bemanfaat jangan lupa di share sobat guruips.co.id