Sujud Tilawah Menurut Istilah Berarti

Pengertian Sujud Tilawah

Sujud tilawah adalah bentuk penghormatan yang dilakukan umat Islam ketika membaca atau mendengar ayat-ayat Al-Qur’an tertentu.

Secara harfiah, sujud tilawah berarti sujud yang dilakukan saat membaca atau mendengar Al-Qur’an. Sedangkan secara istilah, sujud tilawah adalah sujud yang disyariatkan ketika membaca atau mendengar ayat sajadah dalam Al-Qur’an.

Sejarah dan Asal-usul Sujud Tilawah

Sujud tilawah pertama kali dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW ketika beliau membaca ayat sajadah dalam Surat Al-A’raf ayat 206. Sejak saat itu, sujud tilawah menjadi salah satu sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan oleh umat Islam.

Ayat yang Mewajibkan Sujud Tilawah

tilawah sujud bacaan kelebihan akumuslim

Sujud tilawah merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan dalam agama Islam. Sujud ini dilakukan saat membaca atau mendengar ayat-ayat Al-Qur’an tertentu yang mengandung perintah untuk sujud. Berikut adalah daftar ayat-ayat Al-Qur’an yang mewajibkan sujud tilawah:

Al-Qur’an Surat Al-A’raf Ayat 206

  • Teks Arab: وَإِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنُ لَا يَسْجُدُونَ
  • Terjemahan: “Dan apabila dibacakan kepada mereka Al-Qur’an, mereka tidak mau sujud.”

Al-Qur’an Surat As-Sajdah Ayat 15

  • Teks Arab: إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ
  • Terjemahan: “Sesungguhnya yang beriman kepada ayat-ayat Kami adalah orang-orang yang apabila diingatkan dengan ayat-ayat itu, mereka segera bersujud dan bertasbih sambil memuji Tuhannya, dan mereka tidak menyombongkan diri.”

Al-Qur’an Surat An-Nahl Ayat 49

  • Teks Arab: فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ
  • Terjemahan: “Maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Maha Agung.”

Al-Qur’an Surat Al-Isra’ Ayat 107

  • Teks Arab: وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ
  • Terjemahan: “Dan bersujudlah serta dekatkanlah diri (kepada Allah).”

Al-Qur’an Surat Al-Hajj Ayat 77

  • Teks Arab: وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ
  • Terjemahan: “Dan (juga) orang-orang yang memberikan apa yang mereka berikan, sedang hati mereka takut (kepada Allah), karena sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.”

Hikmah dan Manfaat Sujud Tilawah

Sujud tilawah adalah amalan ibadah dalam Islam yang membawa berbagai hikmah dan manfaat bagi pelakunya. Manfaat-manfaat tersebut meliputi aspek spiritual, psikologis, dan sosial.

Manfaat Spiritual

  • Menambah keimanan dan rasa syukur kepada Allah SWT.
  • Menghilangkan sifat sombong dan angkuh.
  • Memperoleh ampunan dosa.

Manfaat Psikologis

  • Menghilangkan stres dan kecemasan.
  • Menumbuhkan ketenangan dan kedamaian hati.
  • Meningkatkan fokus dan konsentrasi.

Manfaat Sosial

  • Mempererat tali silaturahmi antar sesama Muslim.
  • Menciptakan suasana harmonis dan penuh kasih sayang.
  • Menebar kebaikan dan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Hal-hal yang Membatalkan Sujud Tilawah

Sujud tilawah adalah ibadah yang dilakukan saat membaca ayat-ayat tertentu dalam Al-Qur’an. Namun, terdapat beberapa tindakan atau kondisi yang dapat membatalkan sujud tilawah.

Adapun hal-hal yang membatalkan sujud tilawah antara lain:

Berbicara

Berbicara saat sujud tilawah akan membatalkan ibadah tersebut. Hal ini karena berbicara dapat mengganggu kekhusyukan dan konsentrasi saat beribadah.

Bergerak

Bergerak saat sujud tilawah juga dapat membatalkan ibadah tersebut. Gerakan yang dimaksud adalah gerakan yang bukan merupakan bagian dari sujud, seperti menggerakkan kepala atau tangan.

Tertawa

Tertawa saat sujud tilawah akan membatalkan ibadah tersebut. Tertawa merupakan tindakan yang dapat menghilangkan kekhusyukan dan keseriusan saat beribadah.

Makan atau Minum

Makan atau minum saat sujud tilawah akan membatalkan ibadah tersebut. Hal ini karena makan atau minum dapat mengganggu kekhusyukan dan konsentrasi saat beribadah.

Menutupi Bagian Tubuh Tertentu

Menutupi bagian tubuh tertentu yang wajib disingkap saat sujud, seperti dahi, juga dapat membatalkan sujud tilawah. Hal ini karena menutupi bagian tubuh tersebut dapat menghalangi kontak langsung antara dahi dengan tempat sujud.

Kasus-kasus Khusus Sujud Tilawah

sujud tilawah menurut istilah berarti

Sujud tilawah tidak hanya dilakukan dalam kondisi tertentu, tetapi juga berlaku dalam beberapa kasus khusus. Berikut penjelasannya:

Sujud Tilawah dalam Sholat

Sujud tilawah dapat dilakukan dalam sholat sunnah maupun wajib. Jika membaca ayat wajib sujud saat sholat, maka wajib melakukan sujud tilawah setelahnya.

Sujud Tilawah untuk Selain Ayat Wajib

Sujud tilawah tidak hanya dilakukan pada ayat wajib sujud, tetapi juga pada ayat yang mengandung kata “sajdah” atau “sujud” meskipun bukan ayat wajib sujud.

Sujud Tilawah bagi yang Tidak Bisa Membaca Al-Qur’an

Bagi yang tidak bisa membaca Al-Qur’an, sujud tilawah dapat dilakukan dengan mendengarkan bacaan Al-Qur’an dari orang lain. Namun, jika tidak memungkinkan, sujud tilawah dapat diganti dengan sholat sunnah dua rakaat.

Pandangan Ulama tentang Sujud Tilawah

sujud tilawah menurut istilah berarti

Sujud tilawah merupakan bentuk penghormatan kepada Allah SWT yang dilakukan ketika membaca ayat-ayat Al-Qur’an tertentu. Pandangan ulama tentang sujud tilawah beragam, tergantung pada mazhab yang mereka anut.

Pandangan Mazhab Hanafi

Mazhab Hanafi mewajibkan sujud tilawah pada 14 ayat dalam Al-Qur’an, berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Ayat-ayat tersebut dikenal dengan nama “ayat-ayat sajdah”.

Pandangan Mazhab Maliki

Mazhab Maliki juga mewajibkan sujud tilawah pada 14 ayat sajdah, namun mereka menambahkan satu ayat lagi, yaitu QS. An-Najm: 62. Selain itu, Mazhab Maliki membolehkan sujud tilawah pada ayat-ayat lain yang mengandung makna serupa.

Pandangan Mazhab Syafi’i

Mazhab Syafi’i hanya mewajibkan sujud tilawah pada 15 ayat sajdah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Mereka tidak membolehkan sujud tilawah pada ayat-ayat lain.

Pandangan Mazhab Hanbali

Mazhab Hanbali memiliki pandangan yang sama dengan Mazhab Syafi’i, yaitu mewajibkan sujud tilawah hanya pada 15 ayat sajdah. Namun, mereka menambahkan ketentuan bahwa sujud tilawah hanya dilakukan oleh orang yang membaca Al-Qur’an secara langsung, bukan mendengarkan orang lain membaca.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *